MAJENE, Garudapos.id – Perselisihan yang berawal dari candaan antarpelajar berujung pada hilangnya sebuah telepon seluler. Namun, persoalan tersebut tidak dibiarkan berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Polsek Sendana Polres Majene memilih pendekatan problem solving dengan mempertemukan kedua belah pihak untuk mencari penyelesaian secara kekeluargaan.
Mediasi tersebut berlangsung di Mako Polsek Sendana, Kabupaten Majene, Kamis malam (22/10/2026). Kedua pihak yang terlibat dipertemukan bersama orang tua masing-masing, Kepala Desa Bukit Samang serta Bhabinkamtibmas Desa Bukit Samang Bripka Muh. Iqbal, M.
Persoalan bermula ketika FR bersama orang tuanya melaporkan kehilangan satu unit handphone yang diduga berkaitan dengan temannya, FI. Sebelumnya, FI sempat bercanda dengan menyembunyikan handphone milik FR ke dalam tas salah seorang teman sekolahnya.
Namun, situasi berubah ketika handphone tersebut diketahui terjatuh dan kemudian tidak ditemukan. Atas kejadian itu, FR bersama orang tuanya merasa keberatan dan memilih menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Sendana kemudian mengambil langkah mediasi dengan mempertemukan seluruh pihak. Dalam suasana yang berlangsung terbuka dan kekeluargaan, masing-masing pihak diberikan kesempatan menyampaikan keterangan serta memahami duduk persoalan yang sebenarnya.
Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara damai. Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak FI bersedia mengganti handphone milik FR yang hilang akibat kejadian tersebut.
Kapolsek Sendana IPTU Bafruddin Pambabu, S.H., mengatakan penyelesaian melalui problem solving merupakan salah satu upaya kepolisian dalam menghadirkan solusi yang mengedepankan musyawarah, khususnya terhadap persoalan yang melibatkan anak-anak atau pelajar.
“Kami mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Yang terpenting adalah kedua pihak dapat memahami persoalan, saling memaafkan dan bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi,” ujar IPTU Bafruddin.
Ia juga mengingatkan para orang tua dan lingkungan pendidikan agar terus memberikan pendampingan kepada anak-anak, sehingga candaan maupun tindakan spontan tidak berujung pada persoalan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas bukan hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan mencari solusi terhadap persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, Polsek Sendana menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan tidak selalu harus berakhir dengan pertikaian. Dengan komunikasi, musyawarah dan keterlibatan semua pihak, konflik dapat diredam dan hubungan antarpihak kembali berjalan dengan baik.
Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata Polisi Bersama Masyarakat, dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman, harmonis dan kondusif di wilayah hukum Polsek Sendana.






