Manager Stasiun Penjualan Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.922.03 Tamal’lang Jempang wilayah hukum polres Takalar diduga prioritaskan penjualan bahan bakar minyak jenis solar subsidi kepada mafia BBM karena harga lebih tinggi dari harga penjualan standar.
Manager SPBU 74.922.03 Tamal’lang Jempang menyalurkan solar subsidi kepada dua mafia BBM yang diketahui bernama Daeng Laja Dan Adnan karena dapat meraup keuntungan yang luar biasa, adapun harga jual kepada mafia BBM sebesar Delapan Ribu Tujuh Ratus Rupiah (8700)Rp per liter.
Permainan kotor ini terbongkar setelah beberapa awak media memergoki pihak SPBU Tamal’lang Jempang sedang melayani pengisian jerigen milik Kedua Mafia BBM pada hari Kamis tanggal 27 Bulan 08 Tahun 2026.
Kegiatan antara Mafia BBM dan manager SPBU Tamal’lang Jempang sangat ter struktur karena mafia BBM menyediakan ratusan jerigen di samping SPBU lalu mengisi sebanyak dua jerigen secara berulang-ulang.
Menurut sumber yang ada dilokasi saat dimintai keterangan, ia mengatakan, “Kedua mafia BBM sudah menyiapkan ratusan jerigen didekat SPBU lalu mengisi sebanyak dua jerigen perorang tapi itu dilakukan secara berulang-ulang” , tandasnya.
Lanjut ia menjelaskan, “hari ini daeng Laja mendapatkan solar sebanyak 300 jerigen dan Adnan mendapatkan 200 jerigen karena itu dilakukan mulai dari sip satu sampai sip dua” , ucapnya.
Tidak sampai disitu, ia juga mengatakan, “Pada hari Selasa solar dari Depot masuk di SPBU Tamal’lang sebesar 8000 liter (8 Ton) namun pihak SPBU tidak melakukan penjualan, Lalu hari Rabu masuk lagi 8000 liter (8 Ton) tapi hari ini baru dijual ke mafia BBM sebesar 15000 liter (15 Ton)” , pungkasnya.
Dalam hal ini, kuat dugaan aktivitas ilegal ini beroperasi karena lemahnya pengawasan dari aparat penegak hukum polres Takalar sehingga mafia BBM tetap beroperasi tanpa ada rasa takut.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Departemen Intelijen dan Investigasi dari Lembaga Investigasi Negara (LIN) menantang Kapolres Takalar dan Kasat Reskrim untuk segera menindaklanjuti untuk membuktikan tidak adanya keterlibatan dalam aktivitas mafia BBM.
Menurutnya, “Kami menantang Kapolres Takalar dan Kasat Reskrim untuk segera menangkap Manager SPBU Tamal’lang Jempang dan kedua mafia BBM Daeng Laja Dan Adnan untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa pihaknya polres Takalar tidak terlibat dalam kegiatan mafia BBM” , tutupnya.






