“PERTANIAN ULIDANG BERDAYA” Gaungkan Semangat Gotong Royong Di Pawai Budaya Dan Pembangunan

Tammerodo Sendana,Garudapos.id — Pemerintah Desa Ulidang, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, turut memeriahkan Pawai Budaya dan Pembangunan dengan mengusung semangat kemandirian desa berbasis potensi lokal. Minggu (16/8/26)

Dalam pawai tersebut, Desa Ulidang mengangkat tema “Pertanian Ulidang Berdaya : Siammasei dalam jiwa, pattuju membangung Bangsa”. Tema ini memiliki makna mendalam tentang pentingnya menanamkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan cinta pada pertanian sebagai fondasi membangun desa dan bangsa.

Kepala Desa Ulidang, Supriadi, S.Sy menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pawai ini merupakan bentuk komitmen pemerintah desa untuk menampilkan identitas dan potensi unggulan Desa Ulidang kepada masyarakat luas.

“Tema Pertanian Ulidang Berdaya kami pilih karena sektor pertanian adalah nadi kehidupan masyarakat kami. Siammasei dalam jiwa artinya semangat kebersamaan harus ada di dalam jiwa kita. Sementara pattuju membangung Bangsa bermakna bahwa dari desa, dari pertanian, kita ikut membangun bangsa,” jelas Kepala Desa Ulidang.

Melalui pawai ini, Pemerintah Desa Ulidang menampilkan berbagai hasil pertanian unggulan, atribut budaya lokal, serta kreativitas warga yang menggambarkan semangat masyarakat desa dalam mendukung pembangunan.

Kegiatan pawai budaya dan pembangunan ini menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan, melestarikan budaya, sekaligus mempromosikan potensi desa. Pemerintah Desa berharap partisipasi ini dapat menginspirasi warga untuk semakin produktif, mandiri, dan bangga dengan hasil bumi sendiri.

“Dengan semangat Pertanian Ulidang Berdaya, kami optimis Desa Ulidang bisa menjadi desa yang berdaya, sejahtera, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Majene dan Indonesia,” tutupnya.

Pawai budaya dan pembangunan diikuti oleh seluruh unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, BPD, PKK, karang taruna, hingga kelompok tani se-Desa Ulidang. Kemeriahan pawai menjadi simbol kuat bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga jati diri, budaya, dan semangat kebersamaan masyarakat desa.

Laporan: Aby Garudapos

related

Scroll to Top