GARUDAPOS.ID | POLEWALI MANDAR — Pelestarian nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal kembali mendapat momentum penting di tanah Mandar. Bupati Majene, Dr. H. A. Achmad Syukri, S.E., M.M., dengan penuh khidmat menghadiri acara Silaturahim dan Pengukuhan Pemangku Adat Kerajaan Balanipa Mandar.
Kegiatan yang sarat dengan nuansa kultural dan kekeluargaan ini diselenggarakan di Baruga Kaiyyang, Taman Budaya dan Museum Sulawesi Barat, Buttu Ciping, Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, pada Rabu (5/8/2026).

Kehadiran Bupati Majene dalam acara tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung eksistensi lembaga adat. Kerajaan Balanipa Mandar sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu fondasi historis dan kultural yang memegang peranan penting dalam membentuk identitas serta karakter masyarakat di Sulawesi Barat.
Acara silaturahim ini tidak hanya menjadi ajang seremonial pengukuhan, tetapi juga wadah strategis untuk mempererat tali persaudaraan di antara para tokoh adat, pemangku kepentingan, dan kepala daerah se-Sulawesi Barat. Sinergi yang harmonis antara pemerintah dan pemangku adat dinilai sangat esensial dalam menjaga stabilitas sosial serta merawat warisan leluhur agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.
Dalam rangkaian acara yang berlangsung tertib dan khidmat tersebut, terdapat beberapa agenda utama yang menjadi sorotan penting, yaitu:
Pengukuhan Pemangku Adat Kerajaan Balanipa Mandar: Prosesi sakral ini menandai secara resmi dimulainya masa bakti para pemangku adat yang baru dalam mengemban amanah untuk menjaga marwah, tradisi, dan tatanan adat istiadat Balanipa.
Penganugerahan Gelar Kehormatan Adat Balanipa: Penghargaan istimewa ini diberikan kepada Gubernur Sulawesi Barat dan Bupati Polewali Mandar. Penganugerahan gelar kehormatan tersebut merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari lembaga adat atas dedikasi, kepemimpinan, dan perhatian kedua kepala daerah dalam memajukan kesejahteraan masyarakat serta memperhatikan pembangunan kebudayaan daerah.
Pemberian Piagam Penghargaan dan PIN Kehormatan Adat Balanipa: Penghargaan bergengsi ini diserahkan kepada 3 (tiga) Putra Terbaik Mandar yang dinilai memiliki kontribusi nyata, integritas tinggi, serta menjadi sosok teladan yang inspiratif bagi masyarakat luas di tanah Mandar.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif untuk menjaga warisan budaya Mandar semakin meningkat di kalangan generasi muda maupun masyarakat luas. Adat istiadat dan falsafah hidup masyarakat Mandar diharapkan tetap menjadi pilar moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pemerintah Kabupaten Majene bersama para pemimpin daerah lainnya berkomitmen untuk terus bergandengan tangan dengan lembaga adat dalam melestarikan nilai-nilai luhur tersebut, sehingga warisan sejarah Kerajaan Balanipa Mandar senantiasa hidup dan menjadi kebanggaan bersama dari masa ke masa. (Red*)






