TAMMERODO, GARUDAPOS.ID – Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesehatan Tammerodo, Hj. Nurani, S.Kep, Ns, M.M., mengimbau seluruh elemen masyarakat dan kader kesehatan di Desa Tallambalao untuk memperkuat sinergi dalam mengawal periode emas anak. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam kegiatan Rembuk Stunting yang digelar di Aula Kantor Desa Tallambalao, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Tallambalao ini dihadiri langsung oleh Pj. Kepala Desa Tallambalao Edi Bastian, A.Md, I.P, S.E, Kasi PMD Kecamatan Tammerodo Sendana Basruddin, SP, MM, serta Pendamping P3MD Kecamatan Ekawati, SP.

Dalam pemaparannya dari sisi intervensi klinis dan kesehatan masyarakat, Hj. Nurani menjelaskan bahwa penanganan stunting tidak boleh terlambat dan harus difokuskan pada intervensi spesifik, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya, fase ini adalah kunci utama penentu masa depan tumbuh kembang anak.
“Penanganan stunting akan berjalan maksimal jika kita berhasil mengubah perilaku dan pola asuh di dalam keluarga. Oleh karena itu, edukasi mengenai pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, hingga MP-ASI yang berkualitas harus terus kita suarakan demi menyelamatkan generasi penerus kita,” ujar Hj. Nurani di hadapan para peserta rembuk.
Lebih lanjut, sosok yang karib disapa Hj. Nurani ini juga memberikan atensi khusus kepada para kader posyandu dan kader pembangunan manusia (KPM) yang menjadi ujung tombak di lapangan. Ia meminta para kader untuk lebih proaktif melakukan pelacakan, pemantauan berkala, dan pendampingan langsung ke rumah-rumah warga yang memiliki balita atau ibu hamil.
Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Tallambalao yang tanggap dan menempatkan isu stunting sebagai prioritas pembangunan desa. Menurutnya, dukungan fasilitas dari desa yang disinkronkan dengan program puskesmas akan mempercepat perwujudan wilayah yang bebas stunting.
“Kami dari pihak UPTD Kesehatan Tammerodo siap memberikan dukungan penuh, baik dari segi tenaga medis, pendampingan gizi, maupun validasi data. Melalui rembuk ini, mari kita satukan tekad untuk melahirkan aksi nyata agar Desa Tallambalao bisa mencapai zero stunting,” pungkasnya.
Setelah pemaparan materi dan sesi diskusi interaktif guna merumuskan program kerja kesehatan, seluruh rangkaian kegiatan ini resmi ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Kegiatan Rembuk Stunting.
Penandatanganan bersama ini dilakukan oleh Pj. Kepala Desa, Kepala UPTD Kesehatan, instansi kecamatan, pendamping desa, serta perwakilan kader sebagai bentuk komitmen hitam di atas putih untuk mengawal anggaran dan program penanganan stunting masuk ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran mendatang.
Penulis: Aby Garudapos






