Malam Ramah Tamah KKN Unsulbar Gel-XXVI di Desa Tallambalao: “Perpisahan Bukanlah Akhir Segalanya”

MAJENE, GARUDAPOS.ID – Suasana penuh kehangatan menyelimuti Dusun Batu Sambua, Desa Tallambalao, pada Jumat malam (23/01/2026). Mahasiswa KKN Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Gelombang XXVI menggelar malam ramah tamah sebagai tanda berakhirnya masa pengabdian mereka dengan mengusung tema menyentuh: “Perpisahan bukanlah akhir dari segalanya”.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Desa Tallambalao, Bapak Hasanuddin, Ketua dan anggota BPD, para Kepala Dusun, Kepala Sekolah SDN 38 Pangaleroan Ibu Jasmani, S.Pd, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Unsulbar, Darmansyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa selama 45 hari mengabdi, sebanyak 17 mahasiswa telah menuntaskan 14 program kerja individu dan 3 program kerja umum yang menyentuh berbagai sektor vital di desa.

“Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program. Namun, kami berharap apa yang telah kami lakukan—mulai dari sektor pertanian, hukum, UMKM, hingga digitalisasi—dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Tallambalao,” ujar Darmansyah.

Adapun capaian program unggulan yang telah dituntaskan antara lain:
Sektor Pertanian & Lingkungan: Pelatihan sambung pucuk bibit kakao, pembuatan pupuk organik cair dari bonggol pisang, hingga pembangunan alat pembakar sampah (Insinerator) dan pembuatan paving block dari limbah plastik.
Sektor Digitalisasi & UMKM: Pembuatan Website Profil Desa, digitalisasi data kesehatan posyandu, serta pendampingan UMKM dalam pencatatan arus kas dan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP).
Sektor Hukum & Ekonomi: Edukasi hukum agraria untuk mencegah sengketa lahan, serta optimalisasi pemasaran kakao melalui perluasan akses pasar digital via Facebook.
Sektor Kesehatan & Ketahanan Pangan: Pengolahan daun kelor menjadi produk bernilai gizi tinggi, teknik relaksasi bagi lansia, serta optimalisasi green house melalui sistem hidroponik wick system.

Sekretaris Desa Tallambalao, Bapak Hasanuddin, yang hadir mewakili Pj. Kepala Desa, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para mahasiswa. Beliau menitipkan pesan agar inovasi yang telah dibawa, terutama di bidang kesehatan, terus disosialisasikan untuk menekan angka stunting di desa.

“Kami memohon maaf jika selama adik-adik bertugas di sini ada tutur kata yang kurang berkenan. Program kesehatan yang kalian rintis sangat penting, terutama dalam membantu kami menangani masalah stunting yang masih ada di desa kita,” ungkap Hasanuddin.

Malam ramah tamah ditutup dengan penampilan seni “Lomba Sambung Lagu” yang melibatkan warga, menciptakan suasana akrab antara mahasiswa dan masyarakat. Sebagai simbol penghargaan, dilakukan pula penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Meski masa tugas telah usai, jejak fisik seperti Insinerator sampah di samping kantor desa dan jejak digital berupa website profil desa akan menjadi warisan berharga bagi kemajuan Desa Tallambalao ke depannya.

Penulis : Abi Garudapos

related

Scroll to Top