GARUDAPOS.ID | MAJENE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Gelombang XXVI sukses menggelar malam ramah tamah di Desa Tammerodo Utara, Kecamatan Tammerodo Sendana, pada Jumat malam (23/01/2026).
Mengangkat tema inspiratif “Dari Desa untuk Negeri, Menyemai Kekuatan Lokal Menuju Smart Village“, acara ini menjadi ajang perpisahan sekaligus ruang silaturahmi yang penuh keakraban antara mahasiswa dan masyarakat setempat.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Unsulbar, Rizaldi, dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat warga Tammerodo Utara. Ia menekankan bahwa kehadiran mahasiswa bukan sekadar untuk menjalankan tugas akademik, tetapi juga belajar tentang nilai gotong royong dan kearifan lokal.
Selama masa pengabdian, mahasiswa KKN telah menuntaskan berbagai program kerja yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan desa, di antaranya:
Inovasi Pertanian: Pengolahan limbah kulit kakao menjadi biochar bernilai ekonomis dan ramah lingkungan, serta demonstrasi pengolahan biji kakao untuk meningkatkan mutu lokal.
Penguatan Ekonomi: Sosialisasi ekonomi kreatif berbasis hasil tani serta pembinaan pelaporan keuangan sederhana bagi pelaku UMKM.
Kesehatan & Sanitasi: Sosialisasi keamanan pengolahan ikan tongkol serta pendampingan administrasi dan penyusunan alur pelayanan Posyandu.
Keagamaan & Kemasyarakatan: Pelaksanaan berbagai lomba keagamaan, lomba tradisional Redi Papan, dan kegiatan hiburan masyarakat lainnya.

“Kami memohon maaf jika selama berinteraksi terdapat kekurangan. Harapan kami, program yang meski sederhana ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masa depan Desa Tammerodo Utara,” tutur Rizaldi.
Kepala Desa Tammerodo Utara, Bapak Muliyadi, S.Pd.i, dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mahasiswa. Beliau menilai kehadiran mahasiswa KKN telah memberikan warna baru dan membantu pemerintah desa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama di sektor ekonomi dan kesehatan.
“Karya dan dedikasi mahasiswa KKN Gelombang XXVI ini sangat kami rasakan. Program seperti pengolahan limbah kakao dan digitalisasi administrasi adalah langkah nyata menuju kemandirian desa atau Smart Village yang kita cita-citakan,” ujar Muliyadi.
Acara malam ramah tamah yang turut dihadiri oleh Ketua BPD Bapak Sudirman, para Kepala Dusun, serta tokoh agama dan masyarakat ini ditutup dengan prosesi penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba keagamaan dan lomba tradisional. Penyerahan hadiah ini sekaligus menandai berakhirnya masa tugas mahasiswa di desa tersebut dengan kesan yang mendalam bagi seluruh hadirin.
Penulis : Abi Garudapos






