Imunisasi Kanker Rahim di SMP 4 Tammerodo Sendana Majene Berujung Keluhan Siswa, Orang Tua Soroti Kurangnya Sosialisasi dan Transparansi

Majene, Garudapos.id – Program imunisasi pencegahan kanker rahim yang dilaksanakan di SMP 4 Tammerodo Sendana, Majene, menuai sorotan setelah seorang siswi berinisial Ais mengalami keluhan kesehatan pasca-imunisasi. Selasa, 30 September 2025.

Ais dilaporkan mengalami sakit kepala dan nyeri di sekujur tubuh setelah menerima suntikan dari petugas kesehatan Puskesmas Tammerodo.

Kejadian ini memicu reaksi dari orang tua siswi, yang merasa tidak mendapatkan informasi memadai terkait program imunisasi tersebut. Mereka mempertanyakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan, terutama terkait sosialisasi dan persetujuan orang tua sebelum pelaksanaan imunisasi.

“Ramli Hayat, orang tua dari Ais, mengungkapkan kekecewaannya, “Kami sangat menyayangkan kurangnya komunikasi dari pihak sekolah maupun Puskesmas. Kami tidak menerima pemberitahuan apapun terkait imunisasi ini, padahal ini menyangkut kesehatan anak kami.”

Menanggapi keluhan tersebut, Nasma, perwakilan dari Puskesmas Tammerodo, menjelaskan bahwa efek samping seperti yang dialami Ais adalah hal yang wajar setelah imunisasi. Ia juga mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi di sekolah dan mengirimkan surat permohonan persetujuan kepada pihak sekolah.

“Kami telah melaksanakan sosialisasi di SMP 4 Tammerodo Sendana sebelum pelaksanaan imunisasi. Selain itu, kami juga telah mengirimkan surat kepada pihak sekolah untuk meminta persetujuan dari orang tua siswa,” ujar Nasma melalui sambungan telepon.

Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh orang tua siswa. Mereka menegaskan bahwa tidak ada pemberitahuan atau surat persetujuan yang mereka terima dari pihak sekolah. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai koordinasi dan komunikasi antara Puskesmas dan pihak sekolah dalam pelaksanaan program imunisasi.

“Kami tidak pernah menerima surat pemberitahuan atau persetujuan apapun dari sekolah. Jika memang ada sosialisasi, mengapa kami sebagai orang tua tidak diundang atau diberitahu?” tanya Ramli Hayat yang sering disapa Abi dengan nada kecewa.

Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan komunikasi yang efektif dalam pelaksanaan program kesehatan di sekolah. Imunisasi merupakan upaya penting untuk mencegah penyakit berbahaya, namun pelaksanaannya harus dilakukan dengan memperhatikan hak-hak pasien, termasuk hak untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Majene diharapkan dapat melakukan investigasi terkait kasus ini dan memastikan bahwa SOP pelaksanaan imunisasi telah dijalankan dengan benar. Selain itu, perlu adanya evaluasi terhadap mekanisme komunikasi antara Puskesmas, sekolah, dan orang tua agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Orang tua siswa menuntut penjelasan dan pertanggungjawaban dari pihak terkait jika kondisi kesehatan anak mereka mengalami dampak yang lebih serius akibat imunisasi tersebut. Mereka juga berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan pentingnya sosialisasi dan komunikasi dalam setiap program kesehatan yang melibatkan anak-anak.

(Tim)

related

Scroll to Top