Majene, Garudapos.id – Zacfest Festival Karaoke Lagu Mandar 2025 telah sukses memukau masyarakat Majene dan sekitarnya, menjadi sebuah perayaan akbar yang didedikasikan untuk menghormati 40 tahun dedikasi Zulkifli Atjo dalam melestarikan dan mengembangkan bahasa Mandar melalui karya-karya musiknya yang abadi. Festival yang sangat dinantikan ini berlangsung selama tiga hari penuh, dari tanggal 25 hingga 27 September 2025, bertempat di pelataran gedung Assamalewuang, yang menjadi pusat kegiatan budaya di Kabupaten Majene.

Lebih dari sekadar ajang kompetisi karaoke, Zacfest Festival Karaoke Lagu Mandar 2025 adalah sebuah platform penting untuk mengangkat kembali kekayaan seni dan budaya Mandar, menarik perhatian generasi muda, serta memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Zulkifli Atjo atas kontribusinya yang tak ternilai bagi perkembangan musik dan budaya Mandar. Dengan mengusung tema “40 Tahun Berkarya Zulkifli Atjo Melestarikan Bahasa Mandar dengan Lagu,” acara ini berhasil menarik perhatian luas dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga tokoh-tokoh adat dan budaya.
Pada malam kedua penyelenggaraan festival, suasana di pelataran gedung Assamalewuang terasa begitu hidup dan penuh semangat. Sembilan peserta dari Grup B tampil memukau, membawakan lagu-lagu Mandar ciptaan Zulkifli Atjo dengan penuh penghayatan dan interpretasi yang unik. Para peserta ini berupaya keras menampilkan performa terbaik mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari para profesional terkemuka di bidang musik dan budaya Mandar, yang siap memberikan penilaian objektif berdasarkan kualitas vokal, interpretasi lagu, penampilan panggung, dan kemampuan menghayati makna lirik.

Salah satu momen menarik pada malam kedua ini adalah partisipasi seorang peserta yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya utusan dari Kota Makassar yang dikenal dengan julukan “Kota Anging Mammiri.” Kehadiran perwakilan dari luar Majene ini tidak hanya menambah semarak persaingan, tetapi juga memperkaya kolaborasi lintas daerah, sekaligus mempererat ikatan budaya antara Mandar dan Makassar. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa musik Mandar memiliki daya tarik yang luas dan mampu menjangkau berbagai kalangan.

Antusiasme masyarakat terhadap Zacfest Festival Karaoke Lagu Mandar 2025 sungguh luar biasa. Pada malam kedua, ratusan masyarakat dari berbagai penjuru Majene dan sekitarnya memadati pelataran gedung Assamalewuang, memberikan dukungan penuh dan sorak-sorai meriah kepada para peserta. Keramaian ini menjadi bukti nyata betapa kuatnya ikatan emosional masyarakat dengan lagu-lagu Mandar dan apresiasi mereka terhadap upaya pelestarian budaya yang dilakukan oleh Zulkifli Atjo dan para seniman lainnya.
Setelah seluruh peserta dari Grup A dan Grup B menampilkan lantunan lagu dengan suara-suara merdu mereka, dewan juri akan melakukan evaluasi yang cermat dan teliti untuk menentukan siapa saja peserta yang berhak melaju ke babak selanjutnya. Keputusan ini akan didasarkan pada standar penilaian yang ketat, memastikan bahwa talenta-talenta terbaiklah yang akan terus berkompetisi dan menghibur masyarakat.

Zacfest Festival Karaoke Lagu Mandar 2025 diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam menjaga dan mengembangkan seni musik Mandar, serta memberikan inspirasi bagi para musisi muda untuk terus berkarya, berinovasi, dan melestarikan warisan budaya daerah. Selain itu, festival ini juga diharapkan dapat meningkatkan potensi pariwisata budaya di Kabupaten Majene, menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya Mandar, Zacfest Festival Karaoke Lagu Mandar 2025 telah menjadi pesta rakyat yang meriah dan tak terlupakan, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa warisan budaya Mandar akan terus hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi.
Penulis: Abi Garudapos






