Selayar, Garudapos.id — Sebanyak 50 guru dari berbagai sekolah di daratan Kabupaten Kepulauan Selayar mengikuti *Workshop Penguatan Kapasitas Pendidik melalui Pembelajaran Digital dan Interaktif* yang digelar di Aula SMPN 1 Benteng, Senin (2/6). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar, Educators Without Borders International (EWBI) Uni Emirates Arab, dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Selayar.
Workshop ini digagas sebagai respon atas rendahnya skor literasi digital guru di Kepulauan Selayar berdasarkan hasil *Assessment Kompetensi Minimum (AKM)* tahun 2022, yang tercatat berada di bawah rata-rata nasional. Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap dapat mendorong transformasi pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan berbasis teknologi di lingkungan pendidikan Selayar.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan GTK, Iskandar, S.Pd.SD., M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapannya. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini karena sangat dibutuhkan oleh para guru di daerah kami. Antusiasme peserta luar biasa, bahkan banyak yang ingin ikut namun harus dibatasi karena keterbatasan kuota. Ke depan, kami berharap workshop ini bisa menjangkau seluruh guru hingga ke wilayah kepulauan,” ujar Iskandar.
Founder YPMIC, Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah juga merupakan guru besar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar dan menjadi narasumber utama, dalam sambutannya menekankan pentingnya memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan zaman. “Digitalisasi pendidikan bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Guru perlu dipersiapkan agar mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan dekat dengan dunia digital anak-anak kita,” ujar Prof. Nur Hidayah.
Selain itu, sesi materi juga dibawakan oleh Muh. Farid Abidin, M.Kom., lulusan magister informatika Universitas Pelita Harapan merupakan Director of Media, Information, and Communication YPMIC, yang memberikan pelatihan praktis mengenai pemanfaatan media digital dan desain pembelajaran interaktif.
Workshop ini menjadi momentum penting dalam mengakselerasi kemampuan digital para pendidik di Selayar, dengan harapan dapat memberikan dampak langsung pada kualitas pembelajaran di kelas. Para peserta mengaku antusias dan berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan skala yang lebih luas dan durasi pelatihan yang lebih panjang.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tapi investasi masa depan untuk pendidikan di Kepulauan Selayar,” pungkas Prof. Nur Hidayah.






