Majene, Garudapos.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majene tengah berjuang meningkatkan statusnya menjadi tipe B. Upaya ini mendapat apresiasi, namun juga diiringi sorotan publik terkait efisiensi pengelolaan sumber daya manusia, khususnya tenaga honorer. Direktur RSUD Majene, dr. Musadri, tengah berupaya keras meningkatkan kualitas pelayanan, namun sejumlah warga menyoroti jumlah tenaga honorer yang dianggap berlebihan dan kurang optimal kinerjanya. Jum’at, 16 Mei 2025.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keprihatinannya kepada media ini. Menurutnya, banyak tenaga honorer yang kinerjanya kurang efisien, sehingga berpotensi menghambat upaya peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit. Sumber tersebut bahkan menyarankan agar dilakukan evaluasi menyeluruh dan pengurangan jumlah tenaga honorer jika diperlukan.
Isu ini menjadi tantangan tersendiri bagi RSUD Majene dalam upayanya mencapai status tipe B. Peningkatan status rumah sakit bukan hanya soal fasilitas dan peralatan, tetapi juga tentang efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya manusia.
Keberhasilan RSUD Majene dalam mengatasi isu ini akan menjadi penentu keberhasilannya dalam meraih status tipe B dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat Majene.
Publik menantikan langkah konkret yang akan diambil RSUD Majene untuk mengatasi permasalahan ini. (ABI)






