Menyongsong Masa Depan Gemilang, 156 Santri di Tammerodo Sendana Khatam Al-Qur’an dalam Khidmat

TAMMERODO SENDANA, Garudapos.id – Semangat religiusitas masyarakat Kecamatan Tammerodo Sendana kembali memancar. Di tengah rintik hujan yang mengguyur pada Sabtu malam (13/06/2026), suasana di dalam masjid justru terasa hangat dan syahdu oleh lantunan ayat suci. Sebanyak 156 santri dan santriwati dari jenjang SD/MI/TK se-Kecamatan Tammerodo Sendana mengikuti prosesi Khatamul Qur’an dan Messawe Totamma dengan tema “Bersama Menuju Masa Depan Gemilang”.

Acara yang semula dijadwalkan berlangsung di panggung Lapangan Samaturu Pelattoang, dialihkan ke dalam masjid demi kekhusyukan dan kenyamanan seluruh hadirin. Meski dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat, antusiasme warga dan orang tua santri tetap terjaga dengan khidmat hingga acara berakhir.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majene, Dr. H. M. Sahlan, S.Ag., M.AP., Camat Tammerodo Sendana, Edi Bastian, A.Md, IP, SE., Kapolsek Sendana AKP. H. Ashari, serta jajaran pejabat daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam laporannya, Ketua Panitia menyebutkan bahwa dari 156 peserta khatam yang terdiri dari 60 laki-laki dan 96 perempuan, acara ini menjadi bukti nyata konsistensi pendidikan keagamaan di wilayah tersebut. Rangkaian kegiatan ini direncanakan akan ditutup dengan agenda pawai Messawe Totamma yang akan diikuti oleh kurang lebih 200 peserta pada Minggu (14/06/2026).

Camat Tammerodo Sendana, Edi Bastian, dalam sambutannya menyampaikan pesan menyentuh dari Bupati Majene. Melalui bait pantun, ia menekankan agar para santri tidak hanya terpaku pada kelancaran membaca, tetapi juga menjadikannya pedoman hidup.

“Anak-anakku, hafal Al-Qur’an adalah awal, namun istiqomah adalah kuncinya. Tidak sekadar dibaca, tetapi dipahami maknanya dan ditegakkan shalatnya. Itulah bekal utama menuju masa depan yang gemilang,” ujar Camat menyampaikan pesan Bupati.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kemenag Majene, Dr. H. M. Sahlan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Tammerodo Sendana. Ia menegaskan bahwa tradisi Messawe Totamma adalah aset berharga dalam mewujudkan generasi yang berakhlakul karimah.

“Malam ini kita tidak hanya merayakan kelulusan, tapi merayakan kecintaan pada cahaya Illahi. Al-Qur’an yang dibaca, dipahami, dan diamalkan akan menjadi syafaat bagi orang tuanya di akhirat nanti. Jangan pernah berhenti mengaji, hormati gurumu, dan muliakanlah ilmu,” tegas Dr. H. M. Sahlan.

Ia juga menambahkan komitmennya untuk memperkuat program keagamaan di Kabupaten Majene, termasuk rencana revitalisasi MTQ tingkat desa hingga kabupaten pada tahun 2027 mendatang, guna melahirkan generasi yang maju, mandiri, dan berbudaya dalam bingkai religius.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi para santri, orang tua, dan seluruh masyarakat Kecamatan Tammerodo Sendana agar senantiasa berada dalam lindungan dan rida Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

(Laporan: Aby Garudapos)

related

Scroll to Top