Menumpang Belajar Saat Renovasi Sekolah, Murid SDN 14 Sumakuyu Majene Timba Pendidikan Karakter di Rumah Warga

MAJENE, Garudapos.id — Proses renovasi sekolah tidak melunturkan semangat murid UPTD SDN 14 Sumakuyu, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, untuk terus menimba ilmu. Di tengah bergulirnya proyek Revitalisasi Sekolah, para siswa sementara waktu menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan menumpang di rumah-rumah warga setempat.

Momentum ini justru dimanfaatkan secara cerdas oleh pihak sekolah sebagai ruang kelas kehidupan. Suasana belajar di lingkungan warga dijadikan sarana nyata untuk memperkuat pendidikan karakter dan pembelajaran berbasis kontekstual.

Kepala UPTD SDN 14 Sumakuyu, Ifa Zakiyah, S.Pd., menekankan pentingnya menjaga etika dan tata krama selama KBM berlangsung di luar area sekolah. Ia mengimbau seluruh murid untuk senantiasa menunjukkan perilaku terbaik sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada warga.

“Kalau numpang belajar ki di rumah orang, kita harus sopan dan tertib. Jangan gaduh dan jangan ricuh,” tutur Ifa Zakiyah dengan logat khas lokal yang penuh kehangatan.

Ia menegaskan bahwa sikap sopan santun sangat krusial demi menjaga kenyamanan serta ketenangan pemilik rumah yang telah berbaik hati meminjamkan tempat tinggal mereka.

Untuk memastikan ketertiban bersama, pihak sekolah merumuskan Enam Aturan Emas Etika Menumpang bagi para siswa:

Meminta Izin dan Mengucap Salam: Wajib mengucapkan salam saat datang maupun pulang, serta meminta izin sebelum menggunakan fasilitas seperti toilet atau halaman rumah.

Menjaga Kebersihan: Tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencoret dinding, dan wajib merapikan kembali tempat belajar sebelum ditinggalkan.

Menjaga Ketenangan: Menghindari kegaduhan, tidak berteriak, serta tidak berlarian agar tidak mengganggu pemilik rumah dan tetangga sekitar.

Merawat Barang Tuan Rumah: Tidak menyentuh, memindahkan, apalagi merusak barang-barang pribadi pemilik rumah tanpa izin.

Menghormati Privasi: Tidak memasuki ruangan pribadi seperti kamar tidur dan membatasi aktivitas hanya di area yang telah disepakati untuk belajar.

Menunjukkan Rasa Terima Kasih: Mengucapkan terima kasih secara lisan setiap kali selesai belajar, yang juga didukung oleh apresiasi berkala dari pihak sekolah kepada warga.

Panen Ilmu Kontekstual di Luar Buku Teks

Meski terpisah dari fasilitas kelas formal, lingkungan pemukiman warga memberikan kesempatan emas bagi siswa untuk menyerap pengetahuan riil yang kaya, meliputi:

1.Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) & Humaniora: Siswa belajar berinteraksi dan beradaptasi langsung dengan masyarakat, sekaligus menyerap nilai kearifan lokal serta budaya gotong royong lewat aksi ketulusan warga.

2.Pendidikan Karakter & Kewarganegaraan: Menumbuhkan rasa empati (tenggang rasa) terhadap kenyamanan orang lain serta melatih disiplin dan kontrol diri di ruang publik.

3.Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) & Lingkungan: Memanfaatkan lingkungan sekitar rumah warga—seperti pekarangan, kebun, dan ekosistem lokal—sebagai media laboratorium alam secara langsung.

Pihak SDN 14 Sumakuyu berharap, melalui pengalaman berharga ini, para siswa tidak hanya tumbuh cerdas secara akademik saat gedung sekolah baru selesai direvitalisasi nanti, tetapi juga terbentuk menjadi generasi yang santun, tahu adat, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. (Red*)

related

Scroll to Top