MAJENE, GARUDAPOS.ID — Sebanyak 16 peserta menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti Ujian Sertifikasi Kompetensi Pelatihan Vokasi Nasional TMT Batch 3 untuk program Pembudidayaan Sayuran Sistem Hidroponik. Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 12 hingga 13 Oktober 2026.
Ujian sertifikasi ini terselenggara berkat kolaborasi dan sinergi antara Agri Youth Mandiri dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, serta melibatkan tim penguji resmi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk menguji dan mengukur kompetensi teknis para peserta dalam mengoperasikan serta mengelola pertanian modern berbasis sistem hidroponik. Langkah ini menjadi momentum penting dalam mendorong standardisasi kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang agribisnis, khususnya wilayah Majene dan sekitarnya.

Instruktur Pelatihan, Rudiawan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian sertifikasi ini merupakan puncak dari rangkaian proses pembelajaran yang telah dilalui oleh para peserta. Uji kompetensi ini penting untuk memastikan seluruh materi yang diajarkan dapat dikuasai secara nyata di lapangan.
“Kegiatan uji kompetensi ini kami laksanakan selama dua hari, mulai tanggal 12 hingga 13 Oktober 2026. Melalui ujian sertifikasi ini, kami ingin memastikan para peserta tidak hanya memahami teori pembudidayaan hidroponik, tetapi juga benar-benar menguasai keterampilan teknis yang sesuai dengan standar nasional,” ujar Rudiawan.
Proses asesmen dan uji kompetensi ini dipimpin langsung oleh Asrianti Muhtar, S.P. selaku Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P2 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng.
Dalam proses ujian, Asrianti Muhtar memuji kesiapan dan semangat para peserta. Pengujian dilakukan secara komprehensif mencakup seluruh tahapan budidaya, mulai dari penyiapan media dan nutrisi tanaman, manajemen instalasi hidroponik, pengendalian hama, hingga penanganan pascapanen.
Melalui sertifikasi resmi ini, para peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh pengakuan kualifikasi resmi.
Diharapkan alumni pelatihan ini siap diterjunkan sebagai tenaga kerja profesional maupun menjadi wirausahawan mandiri yang memperkuat ketahanan pangan modern di daerah.
Laporan: Aby Garudapos






