BRIDA Majene Mantapkan Langkah Strategis Lewat FGD Penyusunan Dokumen Rinduk PJPID 2025–2029 Wujudkan Pembangunan Daerah Berbasis Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kolaborasi Pentahelix

MAJENE, Garudapos.id — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Majene menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Rencana Induk Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (Rinduk PJPID) Kabupaten Majene Tahun 2025–2029. Kegiatan strategis ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Majene dengan melibatkan unsur pentahelix secara komprehensif.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Majene Dr. Hj. A. Ritamariani,M.Pd serta dihadiri oleh Kepala BRIDA Kabupaten Majene, Inayati, ST., MT., para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi dari berbagai perguruan tinggi (UNSULBAR, UT Majene, STAIN Majene, dan STIKES Bina Bangsa Majene), dunia usaha (UMKM binaan), komunitas masyarakat, hingga insan pers lokal.

Dalam sambutannya, Kepala BRIDA Majene, Inayati, ST., MT., menekankan bahwa dokumen Rinduk PJPID disusun sebagai instrumen krusial untuk memberikan arah kebijakan, strategi, serta peta jalan riset dan inovasi yang terpadu guna mendukung penyelesaian permasalahan prioritas daerah.

“Kegiatan FGD ini merupakan bagian penting dalam proses penyusunan Rinduk PJPID sebagai dokumen perencanaan yang diharapkan dapat menjadi arah dan pedoman dalam pengembangan serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi di Kabupaten Majene. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperoleh masukan, gagasan, data, serta pemikiran dari berbagai pihak, sehingga dokumen yang dihasilkan benar-benar mampu menggambarkan kebutuhan dan potensi daerah serta dapat menjawab tantangan pembangunan Kabupaten Majene ke depan.” Ujar Inayati, ST., MT. (Kepala BRIDA Kabupaten Majene)

Lebih lanjut, Inayati menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak dapat dicapai secara parsial oleh satu pihak saja.

Diperlukan kolaborasi aktif lintas sektor antara pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media massa agar pemajuan IPTEK memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

FGD yang melibatkan sekitar 40 peserta dari unsur pentahelix ini difokuskan pada pengkajian mendalam terhadap empat pilar utama Rinduk PJPID 2025–2029:

Pilar 1 (Pangan & Kelautan): Fokus pada hilirisasi komoditas unggulan seperti kakao, rumput laut, dan jagung.

Pilar 2 (Kesehatan & SDM): Penguatan inovasi dalam penurunan angka stunting dan pengentasan kemiskinan.

Pilar 3 (Kebencanaan & Infrastruktur): Pengembangan teknologi mitigasi gempa dan banjir mengingat kondisi geografis daerah yang rawan bencana.

Pilar 4 (Pemerintahan Digital & Pariwisata): Penerapan konsep Satu Data, smart service, dan ekosistem pariwisata berbasis digital.

Komitmen Bersama Menuju Majene yang Inovatif dan Berdaya Saing
Pelaksanaan FGD ini menghasilkan beberapa output penting, di antaranya penandatanganan Berita Acara oleh unsur pentahelix, matriks isu strategis beserta usulan inovasi per bidang, serta draf roadmap Rinduk PJPID Tahap I (2025–2026).

Melalui sinergi yang terbangun dalam forum partisipatif ini, BRIDA Kabupaten Majene optimis dokumen Rinduk PJPID yang dihasilkan akan menjadi landasan yang kokoh. Hal ini sejalan dengan visi besar untuk membawa Kabupaten Majene bertransformasi menjadi daerah yang inovatif, berdaya saing, dan berbasis ilmu pengetahuan serta teknologi.

Laporan: Abi Garudapos

related

Scroll to Top