Polsek Sendana Kedepankan Problem Solving, Dugaan Penganiayaan Pelajar Berakhir Damai

 

MAJENE, Garudapos.id – Upaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif terus dilakukan Polsek Sendana Polres Majene. Salah satunya melalui pendekatan problem solving dalam menyelesaikan persoalan antarwarga, seperti yang diterapkan dalam penanganan dugaan penganiayaan yang melibatkan dua orang pelajar.

Mediasi terkait insiden yang terjadi di depan Kantor Camat Sendana pada Selasa (15/9/2026) tersebut digelar di Mako Polsek Sendana, Senin (21/9/2026) dipimpin langsung oleh Kapolsek Sendana IPTU Bafruddin Pambabu, S.H. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak bersama keluarga masing-masing diberikan ruang untuk menyampaikan persoalan serta mencari penyelesaian secara kekeluargaan.

Peristiwa tersebut melibatkan AM (16), seorang pelajar asal Dusun Apoang Utara, Desa Bukit Samang, sebagai pihak yang diduga melakukan penganiayaan terhadap MF (15), pelajar asal Dusun Tinggas, Desa Limbua, Kecamatan Sendana.

Dari hasil mediasi, dugaan penganiayaan tersebut diketahui berawal dari kesalahpahaman antara kedua pelajar. Polsek Sendana kemudian memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak guna meredam persoalan sekaligus mencegah agar permasalahan tidak berkembang dan menimbulkan konflik lanjutan.

Melalui proses mediasi yang berlangsung dengan melibatkan keluarga masing-masing, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh kedua pihak, disaksikan keluarga masing-masing serta diketahui oleh Kepala Dusun Apoang Utara.

Kapolsek Sendana IPTU Bafruddin Pambabu, S.H., mengatakan bahwa penyelesaian melalui mediasi merupakan salah satu langkah kepolisian dalam memberikan ruang bagi para pihak untuk menyelesaikan persoalan secara damai, khususnya ketika permasalahan masih dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Dalam setiap persoalan, kami mengedepankan upaya penyelesaian yang dapat memberikan rasa keadilan bagi kedua belah pihak. Mediasi ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi para pelajar agar tidak mudah terpancing emosi dan menyelesaikan setiap kesalahpahaman dengan cara yang baik,” ujar IPTU Bafruddin.

Ia juga mengimbau kepada orang tua dan masyarakat agar bersama-sama memberikan perhatian serta pengawasan kepada anak-anak, sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi.

“Yang terpenting adalah bagaimana persoalan ini tidak berlanjut dan hubungan kedua belah pihak dapat kembali berjalan dengan baik. Kami mengajak semua pihak untuk menjaga komunikasi, menghindari tindakan kekerasan, serta mengutamakan penyelesaian secara damai,” pungkasnya.

related

Scroll to Top