UNSULBAR Gelar Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi, Rektor Tekankan Komitmen Perkuat Budaya Mutu

Majene, Garudapos.id — Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR) secara resmi menggelar kegiatan Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi Negeri pada Jumat, 18 September 2026.

Mengusung tema besar “Komitmen Bersama Menuju Universitas Yang Unggul, Berkualitas, dan Berdampak”, agenda penting ini menjadi momentum strategis bagi institusi dalam memperkuat tata kelola dan mutu pendidikan tinggi.

Pelaksanaan asesmen lapangan ini diikuti secara daring (online via Zoom) dengan menghadirkan jajaran Tim Asesor yang kredibel di bidangnya, yaitu:

Prof. Dr. Indrianty Sudirman, SE., M.Si, CRMP, CRGP (Ketua Tim Asesor)

Dr. Fortunasari, S.S., M.A. (Anggota Tim Asesor)

Dr. Edi Jusriadi, S.E., M.M. (Anggota Tim Asesor)

Dr. Eng. Adiwijaya, S.ST., M.T. (Anggota Tim Asesor)

Rektor Universitas Sulawesi Barat Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si., dalam keterangannya menjelaskan bahwa asesmen ini esensial untuk melakukan klarifikasi serta verifikasi menyeluruh terhadap instrumen dan dokumen data yang telah diserahkan sebelumnya kepada lembaga akreditasi.

Tujuannya adalah untuk memastikan keselarasan antara data tertulis dengan implementasi riil di lapangan, sekaligus mengevaluasi pemenuhan standar mutu akademik.

“Asesmen ini pada dasarnya adalah proses untuk mencocokkan dan memverifikasi apakah seluruh proses penyelenggaraan di perguruan tinggi kita telah berjalan sesuai standar. Tim asesor mencocokkan bukti-bukti data yang telah kita kirimkan. Jika ada hal yang perlu disesuaikan, mereka memberikan masukan yang konstruktif dan solutif, bukan sekadar mencari-cari kesalahan,” ujar Prof. Dr. Muhammad Abdy.

Lebih lanjut, Rektor mengungkapkan rasa syukur atas kesiapan matang yang telah ditunjukkan oleh seluruh civitas akademika UNSULBAR. Berbagai persiapan intensif, termasuk pelaksanaan simulasi internal yang digelar dua minggu sebelum hari H, telah dilalui dengan baik. Seluruh rekomendasi dan catatan dari tim asesor dipastikan akan ditindaklanjuti secara optimal sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam membangun budaya mutu (quality culture).

Dalam kesempatan yang sama, pihak rektorat juga menyampaikan pandangan objektif terkait peta jalan pengembangan institusi. Peningkatan indikator mutu—seperti akselerasi jumlah guru besar dan kualifikasi doktor—terus diakselerasi secara bertahap demi mewujudkan standar pendidikan yang lebih tinggi.

Melalui asesmen lapangan ini, civitas akademika Universitas Sulawesi Barat optimis dapat terus bertransformasi meningkatkan marwah institusi, serta memperkuat kontribusi nyata tridharma perguruan tinggi yang berdampak luas bagi kemajuan masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Barat.

Laporan: Abi Garudapos

related

Scroll to Top