MAJENE, Garudapos.id — Rangkaian perlombaan perahu tradisional Sandeq Silumba Segitiga di perairan Labuang Somba, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, resmi ditutup pada Minggu, 6 September 2026. Ajang kebaharian yang sarat akan nilai sejarah dan identitas budaya Mandar ini sukses digelar meski sempat diwarnai dinamika dan protes dari para peserta.
Penyelenggaraan babak penyisihan sempat mengalami penundaan menyusul adanya protes dari para manajer dan awak perahu terkait hasil seleksi di Group C. Menanggapi hal tersebut, panitia pelaksana langsung mengambil langkah cepat dengan menggelar musyawarah mufakat bersama para manajer tim.

Mediasi dan musyawarah tersebut turut disaksikan langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), di antaranya Kapolsek Sendana Iptu Bafruddin Pambabu, S.H., Kasatpolair Polres Majene Iptu Armin, perwakilan Camat Sendana beserta personel Polsek Sendana, serta Babinsa 1401-03/Sendana .
Berdasarkan berita acara kesepakatan hasil musyawarah bersama, panitia memutuskan bahwa hasil perahu Group C yang lolos sebelumnya dinyatakan sah.
Selain itu, 11 perahu lainnya kembali diberi kesempatan untuk berlomba guna memperebutkan 5 tiket tambahan menuju babak final. Dengan keputusan tersebut, sebanyak 20 perahu resmi berlaga di babak puncak.
Ketua Panitia, Irwan, menyampaikan bahwa hadiah dipastikan akan diberikan kepada 15 perahu terbaik, sementara peringkat 16 hingga 20 tidak mendapatkan hadiah sesuai dengan kesepakatan bersama yang telah dituangkan dalam berita acara.



Adapun 20 perahu yang sukses melaju dan berlaga di babak final di perairan Labuang Somba Sendana dan keluar sebagai pemenang lomba meliputi:
Juara: 1.Kilat Al-Sudais
Juara: 2.Air Mancur 2
Juara: 3.Cahaya Pammase
Jaura: 4.Teluk Mandar
Juara: 5.Archiles
Juara: 6.Layar Tipalayo/Bismillah
Juara: 7.Garuda Wisnu Kencana
Juara: 8.Cahaya Zikir
Juara: 9.Cahaya Al-Fatih
Juara: 10.Kunfayakun
Juara: 11.Angin Mammiri
Jaura: 12.Al-Buraq
Juara: 13.Nurmadinah
Juara: 14.Sahabat Padi 1
Juara: 15.Jasirah Mandar
Juara: 16.Paraita
Juara: 17.Bannang Pute
Juara: 18.Bungasna Somba
Juara: 19.LamboriQ
Juara: 20.Bura Sendana


Acara penutupan turut dihadiri oleh Camat Sendana Nardi, S.Pd., didampingi Ketua TP. PKK Kecamatan Sendana., Kapolsek Sendana Iptu Bafruddin Pambabu,S.H, Kasatpolair Polres Majene Iptu Armin, Babinsa 1401-03/Sendana, serta perwakilan manajemen PT Lindo-Lindo Mariri Group, Furqan.


Mewakili pimpinan perusahaan, Furqan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta menyampaikan permohonan maaf dari Dr. H. Asnuddin Sokong yang belum sempat membersamai hingga akhir acara akibat kondisi kesehatan yang kurang prima. Pihaknya menegaskan komitmen PT Lindo-Lindo Group untuk terus mendukung kegiatan pelestarian budaya Sandeq di Kabupaten Majene.
“Kami berharap perlombaan Sandeq ini bukan sekadar kompetisi adu kecepatan semata, melainkan menjadi ajang mempererat tali silaturahmi masyarakat Mandar. Atraksi perahu ini mengingatkan kita kembali pada nilai-nilai luhur para leluhur Mandar sebagai pelaut ulung yang mengajarkan keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan semangat gotong royong,” ujar Furqan dalam sambutannya.


Sementara itu, Camat Sendana, Nardi, S.Pd., dalam sambutannya sekaligus menutup rangkaian kegiatan menyampaikan salam hangat dari Bupati Majene kepada seluruh masyarakat dan peserta yang hadir. Ia mengapresiasi kerja keras panitia, kesigapan aparat keamanan, serta antusiasme luar biasa dari para penonton dan para pasandeq (awak perahu) yang datang dari berbagai daerah, termasuk dari luar Kecamatan Sendana.
Camat Nardi juga menyoroti dampak positif kegiatan ini terhadap perekonomian kerakyatan, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di sepanjang pesisir pantai Sendana.
“Alhamdulillah, dari laporan yang kami terima, kegiatan ini memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi UMKM kita. Omzet pedagang yang sebelumnya berkisar di angka Rp200.000 per hari, hari ini melonjak hingga mencapai Rp2 juta ke atas. Ini adalah bukti nyata bahwa event kebudayaan dan pariwisata mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan,” ungkap Nardi.


Menutup arahannya, Camat Sendana berpesan agar segala dinamika atau persoalan teknis yang terjadi selama perlombaan dijadikan sebagai bahan evaluasi bersama untuk menyempurnakan penyelenggaraan event serupa di tahun 2027 mendatang.
Ia juga mengimbau para pedagang dan masyarakat sekitar untuk senantiasa menjaga kebersihan di area pantai demi kenyamanan bersama.
Dengan semangat kebersamaan dan sportivitas yang dijunjung tinggi oleh para peserta, perhelatan Sandeq Silumba Segitiga Labuang Somba Sendana tahun 2026 resmi ditutup, meninggalkan kesan mendalam sebagai simbol kejayaan tradisi bahari Mandar yang terus hidup dan dilestarikan dari generasi ke generasi.
Laporan: Abi Garudapos






