Gema Shalawat dan Maulid Nabi Bergema di Batam Center, Jamaah Diajak Meneladani Rasulullah

 

BATAM CENTER | GARUDAPOS.ID — Suasana penuh khidmat dan kebahagiaan menyelimuti acara pembacaan Maulid Nabi Muhammad ﷺ yang digelar di kawasan Komplek KDA, Batam Center. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad ﷺ sekaligus menyambut masuknya bulan Rabiul Awwal.

Acara yang dimulai selepas salat Magrib berjamaah tersebut diisi dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad ﷺ, zikir, serta tausiah keagamaan. Para jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Pimpinan Majelis Hubbu Rasul dan Majelis Gahwa Wal Buhur Batam Center, Haji Rahmat, mengatakan kegiatan Maulid Nabi dilaksanakan dengan tujuan agar umat Islam semakin mengenal sosok Nabi Muhammad ﷺ secara lebih mendalam.

“Tujuan kami mengadakan dan mengagungkan masuknya 12 Rabiul Awwal adalah agar kita bisa lebih dalam mengenal Nabi Muhammad ﷺ. Semoga dengan sebab perayaan Maulid yang kami lakukan ini menjadi salah satu sebab kita mendapatkan syafaat Nabi Muhammad ﷺ,” ujar Haji Rahmat.

Menurutnya, setelah mengadakan kegiatan tersebut, dirinya merasakan ketenangan, ketenteraman, dan kedamaian. Hal yang sama juga terlihat dari para jamaah yang hadir dengan penuh antusias dan kegembiraan.

Haji Rahmat menegaskan bahwa Maulid Nabi bukan semata-mata persoalan budaya atau tradisi, tetapi menjadi momentum untuk kembali mengingat kelahiran, sosok, serta perjuangan Nabi Muhammad ﷺ dalam membawa umat kepada jalan kebaikan.

“Maulid bukan hanya sekadar budaya, tetapi untuk mengingat kelahiran Nabi Muhammad ﷺ,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah Habaib, di antaranya Habib Mustofa bin Abdullah Alaydrus dari Jakarta, Habib Muh Reza bin Muhsin Alhamid dari Tegal, Habib Muh Rais Alhamid dari Makassar, serta sejumlah Habaib lainnya dan para ustadz yang berada di Batam Center.

Haji Rahmat juga berpesan kepada seluruh jamaah agar terus meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya dengan mengenal nama dan sejarahnya, tetapi juga dengan mengenal sosok, akhlak, serta perjuangan beliau untuk umat.

“Kita jangan hanya mengenal nama Nabi Muhammad, tetapi mari kita mengingat sosok dan perjuangan beliau untuk umatnya,” pesannya.

Ia menambahkan, kegiatan Maulid Nabi di majelis yang dipimpinnya tidak hanya dilakukan setahun sekali. Pembacaan Maulid juga dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Selain itu, setiap pekan jamaah juga mengadakan zikir berjamaah di Majelis Gahwa Wal Buhur.

Sementara itu, penceramah dalam acara tersebut, Habib Mustofa bin Abdullah Alaydrus, dalam tausiyahnya menyampaikan pentingnya menjaga hati agar senantiasa tersambung dengan Rasulullah ﷺ.

Habib Mustofa mengingatkan jamaah agar memperbanyak membaca shalawat. Menurutnya, orang yang senantiasa bershalawat akan semakin menyadari kekurangan dirinya dan terdorong untuk memperbaiki diri.

“Penting bagi kita menjaga hati agar selalu tersambung kepada Nabi. Orang yang selalu bershalawat, maka dia akan mengetahui segala kekurangannya,” tutur Habib Mustofa dalam tausiyahnya.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan sebuah riwayat yang dinisbatkan kepada Sayidina Ali radhiyallahu ‘anhu tentang keutamaan mengagungkan Maulid Nabi Muhammad ﷺ.

“Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi SAW, dan ia menjadi sebab dilaksanakannya pembacaan Maulid Nabi, maka tidaklah ia keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab.”

Habib Mustofa juga mengingatkan pentingnya menghadirkan rasa cinta dan kegembiraan ketika mengenang kelahiran Rasulullah ﷺ. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah harus senantiasa ditanamkan dalam hati dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tempat yang sama, salah seorang tokoh agama, Haji Yusuf, turut menyampaikan keutamaan membantu terselenggaranya pembacaan Maulid Nabi. Ia menyampaikan sebuah perkataan yang dinisbatkan kepada Sayidina Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu:

“Barangsiapa membelanjakan satu dirham untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi SAW, maka seakan-akan ia ikut-serta menyaksikan perang Badar dan Hunain.”

Rangkaian kegiatan Maulid Nabi tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, kekhidmatan, dan kegembiraan. Para jamaah mengikuti pembacaan Maulid, zikir, serta tausiah sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Melalui kegiatan tersebut, Haji Rahmat berharap kecintaan kepada Rasulullah ﷺ tidak hanya hadir ketika peringatan Maulid, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga umat semakin mengenal akhlak, perjuangan, dan tuntunan Rasulullah ﷺ. (*)

related

Scroll to Top