GARUDAPOS.ID|MAJENE — Kebakaran melanda lahan kosong nonproduktif di kawasan Gunung Tamme Ambe, Dusun Tamme Ambe, Desa Leppangan, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Selasa (25/8/2026). Kobaran api sempat menjalar di area lereng gunung dan dikhawatirkan mendekati permukiman warga.
Personel Polsek Sendana yang menerima informasi tersebut langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan bersama masyarakat setempat. Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik Bahri (28) dan Daud (65), keduanya warga Desa Leppangan, Kecamatan Sendana.
Berdasarkan keterangan saksi Bahrin (28) dan Muh. Arifa (52), titik api pertama kali terlihat sekitar pukul 18.20 Wita, disertai kepulan asap. Sekitar pukul 19.30 Wita, api mulai merambat dan meluas di sekitar lereng Gunung Tamme Ambe.
Kondisi angin yang cukup kencang membuat kobaran api bergerak cepat. Selain itu, medan dan akses menuju titik kebakaran yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.
Mengantisipasi api meluas ke arah permukiman, personel Polsek Sendana bersama warga berjibaku melakukan pemadaman secara manual. Upaya tersebut terus dilakukan sembari menunggu bantuan armada pemadam kebakaran.
Sekitar pukul 20.00 Wita, mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi yang berada di sekitar titik Jalan Poros Majene-Mamuju. Petugas kemudian bersama personel kepolisian dan warga melanjutkan proses pemadaman hingga kobaran api berhasil dikendalikan.
Sekitar pukul 20.40 Wita, api mulai padam dan situasi di lokasi berangsur aman. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih satu hektare.
Kapolsek Sendana IPTU Bafruddin Pambabu mengapresiasi kesigapan personel dan warga yang bersama-sama melakukan penanganan kebakaran.
“Begitu menerima informasi, personel langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan warga serta petugas pemadam kebakaran. Prioritas kami adalah mencegah api meluas, khususnya ke arah permukiman. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan, terlebih saat kondisi angin kencang dan cuaca kering,” ujar IPTU Bafruddin Pambabu.
Hingga proses pemadaman selesai, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Pihak kepolisian terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala dan berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.






