GARUDAPOS.ID|MAJENE — Semangat melestarikan warisan budaya lokal kembali menggema di Kabupaten Majene. Festival Angittimor Tahun 2026 resmi dibuka di Lapangan Tembak Makodim 1401 Majene, Lingkungan Moloku, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kamis (20/8/2026).
Mewakili Kapolres Majene, Kapolsek Banggae Iptu Hasbi turut hadir dalam kegiatan yang mengusung tema “Mappadottong Tinjaq, Mappakaraya Assimemangang” tersebut.
Festival Angittimor bukan sekadar perhelatan budaya, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali mengenal, menjaga, dan menghidupkan tradisi leluhur Mandar. Kegiatan ini mengangkat sejumlah tradisi lokal, khususnya mappadzottong tinja’ dan mappakaraya assimemangan teppo, yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat di wilayah Majene.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya, festival ini juga diarahkan untuk memperkuat ikatan sosial antarmasyarakat sekaligus membuka ruang edukasi melalui dialog yang mempertemukan masyarakat, pelaku seni, serta para pemerhati budaya.
Rangkaian Festival Angittimor 2026 diisi dengan sejumlah agenda utama, di antaranya Pammanasa, Pakkottau, Passaya-sayang, dan Dialog Budaya. Berbagai kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya Mandar kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Suasana festival semakin semarak dengan pementasan tradisi lokal khas Mandar serta Lomba Layang-layang, yang menarik perhatian masyarakat dan peserta festival.
Festival Angittimor Kabupaten Majene berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Agustus 2026, dengan lokasi kegiatan di Lapangan Tembak Makodim 1401 Majene dan Lingkungan Teppo, Kelurahan Baru.
Pembukaan festival turut dihadiri Wakil Bupati Majene Dr. Hj. Andi Ritamariani Basharoe, Sekretaris Daerah Kabupaten Majene, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene, anggota DPRD Kabupaten Majene, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Majene, Pasi Intel Kodim 1401/Majene, Camat Banggae, Ketua IPSI Kabupaten Majene, para tamu undangan, peserta festival, serta panitia pelaksana.
Kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus memastikan seluruh rangkaian festival dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.






