Menyongsong Kemandirian Desa: Pemdes Seppong Gelar Musdes Penetapan Indeks Desa 2026

SEPPONG, GARUDAPOS.ID – Di tengah kesibukan warga mengurus sektor pertanian dan mengantisipasi tantangan cuaca musim panen, denyut nadi pembangunan di Desa Seppong, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, tetap berjalan dinamis. Hal ini tercermin dari pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) Penetapan Indeks Desa Tahun 2026 yang dihelat di Aula Kantor Desa Seppong, Rabu (12/8/2026).

Musdes yang sarat akan komitmen pembangunan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Seppong, Mawardi, S.P., serta dihadiri oleh Ketua BPD Seppong, Muhammad Ali, S.E. Turut membersamai jalannya musyawarah, Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Majene, M. Ali, S.Sos, Pendamping P3MD Kecamatan Tammerodo Sendana Ekawati, S.P., jajaran perangkat desa, para Ketua RT, Sekretaris BPD, serta elemen masyarakat setempat.

Pelaksanaan Musdes ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah desa dan warga untuk mengevaluasi capaian pembangunan secara komprehensif. Melalui pemetaan berbasis data riil, Musdes diarahkan untuk mengukur tingkat kemandirian desa serta merumuskan strategi penanggulangan kemiskinan yang terukur dan tepat sasaran.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Seppong Mawardi, S.P., menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat yang tetap menyempatkan diri hadir di tengah kesibukan merawat tanaman dan mengamankan sektor pertanian di tengah dinamika cuaca saat ini. Ia menegaskan bahwa penetapan indeks desa bukanlah formalitas atau agenda seremonial belaka, melainkan sebuah instrumen wajib yang harus disepakati bersama agar arah kebijakan pembangunan memiliki legitimasi yang kuat.

“Indeks desa ini mengukur pencapaian kita di berbagai dimensi tata kelola pemerintahan hingga pelayanan dasar. Dari data yang diinput, kita bisa melihat secara objektif komponen mana yang sudah baik dan sektor mana yang masih memerlukan perhatian khusus, seperti pemenuhan rumah layak huni, pengelolaan lingkungan, hingga penguatan produksi ekonomi masyarakat,” ungkap Mawardi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua BPD Seppong Muhammad Ali, S.E., menyambut positif terselenggarakannya musyawarah ini. Pihaknya menilai bahwa hasil pemetaan indeks desa sangat strategis untuk dijadikan acuan dan kompas dalam menyusun skala prioritas program pembangunan desa di masa mendatang.

Sementara itu, Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Majene, M. Ali, S.Sos., dalam pemaparannya menekankan pentingnya membaca angka-angka indikator dari enam dimensi penilaian—mulai dari layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, hingga tata kelola pemerintahan. Menurutnya, data objektif ini membantu pemerintah desa mengenali titik-titik lemah yang perlu dibenahi, khususnya dalam menggenjot sektor ekonomi dan investasi produktif di tingkat desa.

Sebagai inti acara, tim penginput data indeks desa, Rahmanuddin, memaparkan secara transparan dan mendetail hasil capaian skor dari berbagai dimensi penilaian, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, fasilitas publik, mitigasi, hingga kearifan lokal di Desa Seppong. Pemaparan ini membuka ruang diskusi yang konstruktif di antara peserta musyawarah.

Melalui Musdes Penetapan Indeks Desa Tahun 2026 ini, Pemerintah Desa Seppong bersama BPD dan seluruh elemen masyarakat menunjukkan keseriusannya dalam mengawal transparansi data. Diharapkan, hasil musyawarah ini mampu bertransformasi menjadi kebijakan nyata yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan serta terwujudnya kemandirian Desa Seppong yang berkelanjutan.

Laporan: Aby Garudapos

related

Scroll to Top