Kemacetan di Pallangga terjadi hampir setiap hari sehingga sangat menggangu pera pengguna jalan, dengan kejadian tersebut, beberapa awak media melakukan penelusuran untuk mendapatkan informasi terkait penyebab kemacetan.
Setelah melakukan penelusuran, hal yang sangat mengejutkan muncul setelah mendapati padatnya antrian mobil pelangsir solar milik mafia bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di stasiun penjualan bahan bakar umum (SPBU) 74.921.07 Panciro pada hari Sabtu 08/08/2026.
Selain daripada banyaknya antrian mobil pelangsir yang membuat kemacetan, juga terlihatnya beberapa motor yang mengisi solar subsidi menggunakan jerigen kapasitas 35 liter secara berulang-ulang, tentunya hal ini menuai pertanyaan keras terhadap aparat penegak hukum Polresta Gowa.
Menanggapi hal tersebut, ketua Departemen Intelijen dan Investigasi dari Lembaga Investigasi Negara (LIN) angkat bicara terkait lemahnya pengawasan Polresta Gowa dan penindakan terhadap SPBU yang menyalahgunakan Solar subsidi.
Dalam keterangannya ia mengatakan, “SPBU 74.921.07 Panciro sudah sangat merugikan masyarakat karena selain pihak SPBU menyalurkan solar subsidi tidak tepat sasaran, dia juga membuat kemacetan hingga Menghambat kelancaran lalu lintas.
Menurutnya, “Kapolresta Gowa harus menindak pihak SPBU yang melayani pengisian kemobil pelangsir yang menggunakan barcode ganda, polresta Gowa jangan hanya duduk manis seolah olah melakukan pembiaran” , tutupnya.





