Unsulbar Raih Pendanaan Resona Saintek 2026, Usung Etnobahari Mandar untuk Perkuat Hilirisasi Riset di Kawasan 3T

Majene, Garudapos.id — Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) berhasil menjadi salah satu dari 11 perguruan tinggi di Indonesia yang menerima pendanaan Program Kampanye Tematik Sains dan Teknologi di Perguruan Tinggi (Resona Saintek) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Capaian tersebut diperoleh setelah proposal Tim Resona Saintek Unsulbar berhasil melewati berbagai tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, Expression of Interest (EoI), hingga seleksi proposal.

Melalui program bertajuk “Etnobahari Mandar: Gerakan Transformasi Komunikasi Sains Teknologi Berbasis Inovasi Maritim dan Kearifan Lokal di Kawasan 3T melalui AI-Driven Communication Ecosystem”, Unsulbar menghadirkan inovasi komunikasi sains yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI), riset perguruan tinggi, serta kearifan lokal masyarakat Mandar.

Program ini dipimpin oleh Darmawangsa, SS (Humas Unsulbar), dengan anggota tim yang terdiri dari Nor Indriyanti, S.Pd., M.Pd. (Dosen Pendidikan IPA), Hilman Qudratuddarsi, M.Ed. (Dosen Pendidikan IPA), A. Amirul Asnan Cirua, S.T., M.Kom. (Dosen Informatika), Irfan, S.Kep., Ns., M.Kep. (Dosen Keperawatan), serta Nurcahya, S.IP. (Humas Unsulbar).

Ketua Tim Resona Saintek Unsulbar, Darmawangsa, SS, menjelaskan bahwa program Etnobahari Mandar dirancang untuk membangun ekosistem komunikasi sains yang mampu mentransformasikan hasil penelitian informasi menjadi lebih mudah dipahami dan dimanfaatkan masyarakat.

“Melalui program ini, hasil riset Unsulbar akan dikemas dalam berbagai bentuk komunikasi publik sehingga tidak hanya berhenti pada publikasi akademik, tetapi dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Program Etnobahari Mandar menjadi bagian dari komitmen Unsulbar sebagai perguruan tinggi negeri yang berada di kawasan pesisir dan wilayah 3T untuk menghadirkan penelitian yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan lokal.

Melalui pendekatan berbasis AI-Driven Communication Ecosystem, program ini akan memperkuat hilirisasi riset sekaligus meningkatkan literasi sains, teknologi, dan inovasi masyarakat, khususnya komunitas pesisir, pelaku UMKM berbasis potensi lokal, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.

Pelaksanaan program akan dilakukan melalui tiga tahapan utama:
Tahap Persiapan: Melaksanakan kick-off meeting lintas sektor, membentuk Forum Etnobahari Mandar, melakukan pemetaan riset unggulan Unsulbar, serta menyusun SOP produksi dan kalender editorial.

Tahap Strategi dan Pengembangan Konten: Mengembangkan konsep “One Research-Two Knowledge System”, penyusunan tema kampanye, segmentasi audiens, implementasi AI untuk komunikasi sains, pengembangan sistem AI video slicing dengan metode golden moment detection, serta integrasi QR Code offline-online.

Tahap Produksi dan Publikasi: Mengemas hasil riset dalam bentuk podcast, video hilirisasi riset, Instagram Reels, Facebook Shorts, TikTok edukasi, publikasi TVRI, majalah cetak, berita online Unsulbar, hingga konten dengan subtitle Bahasa Mandar melalui proses validasi narasi ilmiah.

Melalui program Resona Etnobahari Mandar, Unsulbar berharap dapat membangun model komunikasi sains yang adaptif, inklusif, dan berbasis teknologi untuk memperluas dampak penelitian perguruan tinggi kepada masyarakat.

Keberhasilan memperoleh pendanaan Resona Saintek 2026 menjadi langkah strategis bagi Unsulbar dalam memperkuat posisi sebagai kampus berdampak yang mampu menghadirkan inovasi dan pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan kawasan 3T. (Red*)

related

Scroll to Top