Garudapos.id,Palu Sulteng — Jamil dan Rizki (balita 2 tahun), ayah dan anak yang menjadi korban pembunuhan sadis di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kota Palu, Provinsi Sulawesi tengah, tiba di kampung halamannya di Desa Binuang, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Korban tiba di rumah duka pada Selasa dini hari (28/7/2026) sekitar pukul 01.00 WITA dan langsung dikebumikan sekitar pukul 02.30 oleh pihak keluarga dan warga sekitar.
Sementara sang istri, Nur Hanissa, yang berhasil selamat saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.
Adapun pelaku diketahui bernama Aan Kurniawan kini dalam pengejaran aparat kepolisian dan masyarakat.
Diketahui, satu keluarga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu tersebut menjadi sasaran pembunuhan sadis pada Minggu malam (26/7/2026) sekitar pukul 22.30 WITA.
Saksi mata yang merupakan tetangga korban, Bahtiar menerangkan awalnya ia mendengar suara keributan dan minta tolong di lokasi kejadian. Saat ia dan ketua RT serta warga setempat masuk ke dalam rumah, mereka mendapati sang anak dan suami sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara sang istri sudah dalam kondisi kritis.
“Kalau kami lambat masuk, mungkin istrinya juga sudah meninggal. Anaknya saja masih rewel. Tapi tidak lama kemudian suaranya sudah tidak ada,”ujarnya.
Menurut Bahtiar, pasangan suami istri itu baru sekitar dua pekan menempati rumah yang berada di kawasan rumah potong ayam tersebut. Mereka merupakan karyawan yang ditempatkan di lokasi itu oleh pemilik usaha.
Dari informasi yang diperoleh Bahtiar dari pemilik rumah potong ayam, kedua karyawan tersebut sebelumnya memang kerap berselisih paham.
“Menurut pak Haji, bos pemilik usaha, mereka sering bertengkar dan saling melapor. Selama ini beliau tidak pernah berpihak selalu netral. Diduga pelaku (Aan Kurniawan) menyimpan dendam hingga akhirnya nekat melakukan pembunuhan,” katanya.
Terduga pelaku diketahui merupakan warga Kelurahan Pengawu dan dikabarkan masih tinggal bersama kedua orang tuanya.






