Manager Stasiun Penjualan Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.922.05 Boddia Jalan poros Galesong kedapatan berkerjasama dengan mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dengan melakukan pengisian ke mobil tronton miliknya sendiri yang dimana tangki mobil tersebut telah di modifikasi.
Manager SPBU 72.922.05 Boddia melakukan konspirasi dengan operator untuk mengisi solar subsidi ke mobil tronton miliknya lalu di jual ke daeng laja. Daeng Laja yang selama ini dikenal sebagai jaringan mafia solar
Manager SPBU Boddia yang seharusnya melayani masyarakat yang membutuhkan bahan bakar solar malah diduga menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi dengan menjadi jaringan mafia BBM jenis solar subsidi, hal itu terungkap setelah Kedapatan oleh salah satu awak media sedang melakukan pengisian kemobil tronton miliknya pada Sabtu 11/06/2026.
Dalam hal ini, Kepolisian Resort Takalar harus menindak tegas pelaku mafia BBM daeng Laja dan Manajer SPBU Boddia untuk menghilangkan kecurigaan publik adanya main mata antara oknum Polres Takalar dengan pihak SPBU.
Menanggapi hal tersebut, sekelompok aliansi mahasiswa akan melakukan aksi unjuk rasa didepan Pertamina Regional tujuh, Hiswana migas dan didepan kantor Kepolisian Resort Takalar (Polres Takalar).
Menurut jendral lapangan yang akan melakukan aksi unjuk rasa saat dikonfirmasi, ia menyampaikan, “Kami akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di tiga titik, yaitu Pertamina Regional 7, Hiswana Migas, dan polres Takalar.
Aliansi mahasiswa ini akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di tiga titik dengan tuntutan yang berbeda-beda.
Menurutnya, “Aksi unjuk rasa kami lakukan dengan tiga tuntutan yang berbeda beda, kami Demo Pertamina Regional 7 dengan tuntutan meminta agar hentikan penyaluran BBM ke SPBU 74.922.05 Boddia Jalan poros Galesong” ,Kata jendral lapangan.
Lanjut ia mengatakan, “Adapun tuntutan kami di Hiswana mingas, meminta agar mencabut izin usaha SPBU 74.922.05 Boddia yang telah bekerjasama dengan mafia BBM” , Pungkasnya.
Tidak sampai disitu, Jendral lapangan ini juga mengatakan, “Orasi ketiga akan kami lakukan didepan Polres Takalar untuk mendesak Kapolres agar segera menangkap Manager SPBU Boddia dan seluruh orang orangnya yang terlibat Mafia BBM subsidi jenis solar” , tutupnya.
Untuk saat ini pihak SPBU 74.922.05 belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini tayang, Namun pihak media kami tetap membuka ruang hak jawab.






