Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat, Pemdes Tallambalao dan Puskesmas Tammerodo Sinergikan Program Posyandu ILP

 

Tallambalao, Garudapos.id – Komitmen untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di tingkat desa terus digalakkan. Pemerintah Desa (Pemdes) Tallambalao bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Tammerodo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) krusial terkait optimalisasi capaian sasaran Posyandu. Pertemuan strategis ini berlangsung di Aula Kantor Desa Tallambalao pada Selasa (7/7/2026).

Rapat yang menjadi wadah evaluasi sekaligus perencanaan ini dihadiri langsung oleh Pj. Kepala Desa Tallambalao, Edi Bastian, A.Md, I.P, S.E., yang juga mengemban amanah sebagai Camat Tammerodo Sendana. Kehadirannya menunjukkan keseriusan pihak pemerintah kecamatan dan desa dalam mendukung program-program kesehatan prioritas nasional.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala UPTD Puskesmas Tammerodo, Hj. Nurani, S.Kep, Ns, M.M., bersama jajaran perangkat desa dan stakeholder terkait, yakni Plt. Kasi Pemerintahan Kecamatan Tammerodo Sendana Asri, S.Ag., Pendamping P3MD Kecamatan Tammerodo Sendana Ekawati, S.P., Sekretaris Desa Hasanuddin, Ketua BPD Tallambalao Hirman, serta perwakilan UPT KB. Tidak ketinggalan, para garda terdepan kesehatan desa, yakni kader Posyandu dan Bidan Desa, hadir dengan penuh antusias.

Fokus pada Transformasi Posyandu ILP
Dalam sambutannya, Edi Bastian menegaskan bahwa kesehatan adalah pilar utama kesejahteraan masyarakat. Ia mendorong agar seluruh perangkat desa, mulai dari tingkat dusun hingga ke kader, untuk bekerja lebih proaktif dalam mendata dan melayani warga.

“Optimalisasi Posyandu bukan sekadar soal angka atau target sasaran, melainkan tentang bagaimana memastikan setiap warga, dari bayi hingga lansia, mendapatkan hak layanan kesehatan yang layak dan terpadu,” ujar Edi Bastian di hadapan para peserta rapat.

Senada dengan hal tersebut, Kepala UPTD Puskesmas Tammerodo, Hj. Nurani, memberikan penjelasan mendalam mengenai tantangan transisi menuju Integrasi Layanan Primer (ILP). Ia mengakui bahwa perpindahan sistem pelayanan dari model konvensional menuju sistem ILP memang menuntut ketelitian tinggi dalam pengarsipan data dan pelaporan.

“Kita sedang menghadapi tantangan administratif untuk menjadikan seluruh Posyandu berbasis ILP. Memang ada kendala teknis terkait format pelaporan yang cukup detail, namun kita tidak boleh menyerah. Kami mengajak pemerintah desa untuk terus berkolaborasi, terutama dalam menyiapkan dukungan fasilitas dan pendataan warga di tiap dusun agar cakupan layanan kita semakin luas dan merata,” jelas Hj. Nurani.

Diskusi dalam rakor ini berlangsung cukup dinamis. Para kader Posyandu diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai kendala yang mereka temui di lapangan, mulai dari sarana operasional hingga tantangan jangkauan wilayah.

Pihak Puskesmas dan Pemdes pun berkomitmen untuk mencari solusi agar beban kerja kader dapat terakomodasi dengan baik melalui dukungan dana desa yang tepat sasaran.

Melalui sinergi ini, diharapkan Desa Tallambalao dapat menjadi percontohan bagi desa lain dalam implementasi Posyandu ILP. Dengan adanya sinkronisasi data dan semangat gotong royong, target cakupan kesehatan masyarakat di Kecamatan Tammerodo Sendana diharapkan bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Rapat koordinasi ini diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, memastikan bahwa setiap kebijakan kesehatan yang diambil benar-benar mampu menyentuh sasaran yang membutuhkan.

Laporan: Aby Garudapos

related

Scroll to Top