UPTD Puskesmas Sendana 1 Imbau Masyarakat: Jangan Berbagi Obat Meski Gejala Terasa Sama

SENDANA, GARUDAPOS.ID – UPTD Puskesmas Sendana 1 secara resmi mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh lapisan masyarakat terkait penggunaan obat-obatan. Imbauan ini menekankan agar masyarakat tidak lagi berbagi obat dengan orang lain, meskipun merasakan gejala penyakit yang terlihat serupa.

Kepala Puskesmas Sendana 1, Erwin, S.Kep, Ns., menegaskan bahwa praktik berbagi obat di tengah masyarakat merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi dan harus segera dihentikan.

“Merasa gejalanya sama belum tentu penyakitnya sama. Oleh karena itu, masyarakat jangan pernah memberikan atau menggunakan obat milik orang lain, meskipun terlihat cocok atau pernah berhasil digunakan oleh kerabat maupun tetangga,” ujar Erwin dalam keterangannya, Jumat (03/07/2026).

Erwin menjelaskan bahwa setiap individu memiliki kondisi kesehatan yang berbeda-beda. Obat yang aman dikonsumsi oleh satu orang belum tentu memiliki efek yang sama, atau bahkan bisa berbahaya jika dikonsumsi orang lain.

Risiko Fatal Berbagi Obat, UPTD Puskesmas Sendana 1 menyoroti sejumlah alasan medis mengapa tindakan berbagi obat sangat tidak dianjurkan:

Potensi Salah Diagnosis: Gejala yang sama tidak menjamin berasal dari penyakit yang sama, sehingga obat yang diberikan bisa menjadi tidak tepat sasaran.

Efek Samping: Tubuh setiap orang memiliki respon yang berbeda terhadap zat kimia obat.

Interaksi Obat: Penggunaan obat sembarangan dapat berinteraksi negatif dengan obat lain yang sedang dikonsumsi oleh pasien tersebut.

Ketidaksesuaian Dosis: Dosis yang tidak sesuai dapat menyebabkan pengobatan menjadi tidak efektif, atau justru membahayakan kesehatan hingga menimbulkan keracunan obat.

Puskesmas Sendana 1 mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan dengan cara:

Melakukan konsultasi langsung kepada tenaga kesehatan profesional saat mengalami keluhan.

Menggunakan obat hanya berdasarkan resep dokter dan aturan pakai yang tertera.

Selalu mengecek komposisi, dosis, serta memastikan masa kedaluwarsa sebelum mengonsumsi obat.

Menyimpan obat dengan benar di tempat yang aman sesuai petunjuk pada kemasan.

“Berbagi kepedulian itu baik, tetapi berbagi obat bukan solusinya. Mari lindungi diri dan orang-orang terdekat kita dengan menggunakan obat secara tepat dan bertanggung jawab. Obat yang tepat adalah obat yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing setelah melalui pemeriksaan medis,” pungkas Erwin.

Pihak Puskesmas berharap, melalui imbauan ini, kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional dapat meningkat demi menekan risiko komplikasi akibat penggunaan obat yang tidak tepat.

Laporan: Aby Garudapos

related

Scroll to Top