Dukung Potensi Pariwisata, Tim Riset Unsulbar-UKI Paulus Kembangkan Model Pembelajaran Bahasa Inggris “MIMO Relay” di Majene

MAJENE, GARUDAPOS.ID – Dalam upaya mendukung peningkatan keterampilan berbicara (speaking skill) bahasa Inggris bagi siswa di daerah potensi pariwisata internasional, sebuah tim peneliti lintas universitas menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Majene.

Kegiatan yang bertajuk “Implementasi Model Pembelajaran Interaktif Literasi Bahasa Inggris Berbasis Audiovisual MIMO Relay” ini berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene, Senin (29/06/2026).

Program ini merupakan bagian dari Program Hilirisasi Riset Prioritas – Sinergi yang didukung langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Inovasi ini lahir dari kolaborasi antara Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dan Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus.

Adapun tim peneliti yang terlibat dipimpin oleh Dr. Muhammad Aswad, M.Pd (Unsulbar), beranggotakan Dr. Rafiqah, S.Pd., M.Pd (Unsulbar), Prof. Apriana Toding, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D (UKI Paulus), Ayyub Yunus, S.Pd., M.Pd (Unsulbar), serta Research Assistant Iqbal, S.Pd., M.Pd.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Muhammad Aswad, M.Pd., memaparkan bahwa riset ini telah lolos sejak tahun 2025 dan saat ini memasuki tahap fokus pada pematangan produk pembelajaran.

“Melalui FGD ini, kami mengundang bapak/ibu guru, kepala sekolah, dan praktisi pendidikan untuk memberikan masukan. Nantinya, setelah disempurnakan, model MIMO Relay ini akan diuji coba di sekolah-sekolah di wilayah perkotaan terlebih dahulu dengan mengintegrasikan kearifan lokal pariwisata Majene ke dalam pembelajaran,” jelas Dr. Aswad.

Pentingnya hilirisasi riset ini turut ditegaskan oleh Wakil Rektor I Unsulbar, Muhammad Nasir Badu, Ph.D. Ia menekankan bahwa Unsulbar berkomitmen penuh agar hasil riset tidak hanya menjadi “menara gading”.

“Kita tidak ingin hasil riset hanya dinikmati oleh dosen saja. Harus ada dampak konkret dalam meningkatkan pendidikan dan pariwisata. Dan itu harus dimulai dari Kabupaten Majene. Oleh karena itu, kita butuh sinergi yang kuat,” tegas Nasir Badu.

Sementara itu, Wakil Rektor II Unsulbar, Dr. Rafiqah, S.Pd., M.Pd., yang hadir mewakili Rektor sekaligus membuka acara, menyatakan bahwa kegiatan hari ini adalah bukti nyata hilirisasi produk riset dosen untuk masyarakat.

Sebagai puncak dari rangkaian FGD tersebut, dilakukan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan antara pihak tim peneliti dengan para stakeholder terkait. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama antara akademisi, Dinas Pendidikan, serta para kepala sekolah dalam mendukung implementasi model pembelajaran MIMO Relay di sekolah-sekolah di Kabupaten Majene. Berita acara ini mencakup persetujuan atas masukan-masukan strategis yang diberikan selama diskusi serta kesiapan sekolah-sekolah pilot untuk menjadi lokasi penerapan model pembelajaran ini di masa depan.

Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Majene, Andi Asraf Tammalele, S.Sos. Ia menyambut baik pelaksanaan kegiatan riset sinergi ini karena dinilai sangat relevan dalam mendukung siswa di Majene untuk siap bersaing di tengah pengembangan daerah sebagai kawasan potensi pariwisata internasional.

FGD ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Majene Bapak Afiat, jajaran Kepala Sekolah SMP dan SMA se-Kecamatan Banggae dan Banggae Timur, serta para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.

Melalui sinergi lintas institusi yang telah resmi diikat dalam berita acara kesepakatan tersebut, diharapkan model pembelajaran audiovisual MIMO Relay dapat segera diaplikasikan secara luas, mencetak generasi muda Majene yang cakap berbahasa Inggris dan siap memajukan sektor pariwisata daerah di kancah global.

(Laporan: ABI)

related

Scroll to Top