Garudapos.id | Tammerodo Sendana – UPT KB Kecamatan Tammerodo Sendana melalui Penyuluh KB Desa Awo, Herman, mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh lapisan masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan kognitif. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada serta mampu membedakan antara gejala lupa biasa dengan pikun atau demensia.
Herman menjelaskan bahwa pikun, yang dalam dunia medis dikenal sebagai demensia, bukanlah sekadar proses penuaan biasa. Demensia merupakan kondisi penurunan fungsi otak secara perlahan yang memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, orientasi, hingga perubahan suasana hati dan perilaku.
Berdasarkan materi sosialisasi yang dibagikan oleh Herman, UPT KB Kecamatan Tammerodo Sendana menyampaikan poin-poin perbedaan sebagai berikut:
Lupa Biasa: Umumnya disebabkan oleh kelelahan, stres, atau kurang fokus.
Seseorang masih bisa mengingat kembali detail kejadian, tidak terganggu kemampuan dasar untuk hidup mandiri, serta jarang tersesat di lingkungan yang dikenal.
Pikun (Demensia): Disebabkan oleh kerusakan sel-sel saraf otak yang bersifat progresif.
Gejalanya meliputi sering melupakan percakapan atau kejadian baru, mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan (seperti kesulitan berpakaian atau mandi), serta sering merasa bingung menentukan waktu atau tersesat di tempat yang sudah biasa.
Pencegahan Sejak Dini
Pikun atau demensia sering kali disebabkan oleh penyakit tertentu seperti Alzheimer, kerusakan pembuluh darah di otak, atau cedera kepala.
Oleh karena itu, Herman mengajak masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan sedini mungkin, di antaranya:
Melatih Otak: Aktif belajar hal baru, bermain teka-teki, atau membaca.
Olahraga Teratur: Untuk membantu melancarkan peredaran darah ke otak.
Pola Hidup Sehat: Mengonsumsi makanan bergizi, cukup tidur, dan menghindari stres berkepanjangan.
Kelola Stres: Melakukan relaksasi seperti meditasi, ibadah, atau menjalankan hobi yang menyenangkan.
UPT KB Kecamatan Tammerodo Sendana dan Penyuluh KB Desa Awo, Herman, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kesehatan otak sejak dini agar tetap sehat, aktif, dan bahagia di masa depan.
Laporan: Aby Garudapos





