MAJENE, Garudapos.id – Suasana santai namun penuh makna menyelimuti pertemuan sejumlah pemimpin redaksi media di Majene, Jumat malam (26/6/2026). Pertemuan yang berlangsung akrab di sebuah kedai kopi ini menjadi wadah diskusi strategis antara insan pers dengan aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Majene.
Hadir dalam obrolan tersebut Pimpinan Redaksi Kilas Sulbar, Juinardi; Pimpinan Redaksi FMSnews.co.id, Syarifuddin Andi; serta Pimpinan Redaksi Sorot Selebes, Darman. Turut bergabung dalam diskusi tersebut Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Majene, Muhammad Aslam, S.H.
Duduk melingkar menikmati secangkir kopi, para tokoh media dan pejabat kejaksaan ini terlibat dalam dialog lepas mengenai berbagai perkembangan terkini di Kabupaten Majene. Salah satu pokok bahasan utama adalah komitmen bersama untuk menjaga pembangunan daerah agar tetap bersih, transparan, dan terbebas dari praktik tindak pidana korupsi.
Muhammad Aslam, S.H., dalam kesempatannya menyampaikan apresiasi atas peran media massa. Menurutnya, media memiliki posisi strategis sebagai mitra pengawas penyelenggaraan pemerintahan. Ia berharap, dialog yang terjalin secara kekeluargaan ini dapat memperkuat saluran informasi yang transparan.
“Sinergi ini penting untuk mencegah terjadinya penyimpangan anggaran maupun penyalahgunaan wewenang di tingkat pemerintahan. Kami di Kejaksaan tentu sangat menghargai peran serta kawan-kawan media dalam melakukan fungsi pengawasan secara objektif,” ujar Muhammad Aslam.
Sementara itu, para pemimpin redaksi yang hadir sepakat bahwa kemajuan daerah hanya bisa terwujud jika didukung oleh tata kelola pemerintahan yang jujur, bersih, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Mereka menegaskan komitmen media untuk terus menyajikan berita yang konstruktif demi kemajuan Bumi Assamalewuang.
Pertemuan tanpa protokoler ketat ini membuktikan bahwa komunikasi antara aparat penegak hukum dan insan pers dapat berjalan hangat, terbuka, dan tetap profesional. Sinergi yang terbangun diharapkan menjadi pondasi kuat dalam menjaga stabilitas keamanan serta mempercepat laju pembangunan di Kabupaten Majene.
Kegiatan pun berakhir dalam suasana kekeluargaan, membawa semangat baru bagi terciptanya Majene yang lebih maju, tertib hukum, dan bebas dari korupsi.
(Red*)






