Waspada Diare Akut: UPTD Puskesmas Tammerodo Ingatkan Masyarakat Mengenai Bahaya Dehidrasi

MAJENE, GARUDAPOS. ID – UPTD Puskesmas Tammerodo mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat terkait peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit diare akut. Meskipun sering dianggap sebagai penyakit ringan, diare akut memiliki potensi risiko tinggi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia), jika tidak ditangani dengan langkah-langkah medis yang tepat. (18/6/26)

Kepala UPTD Puskesmas Tammerodo, Hj. Nurani, S.Kep,Ns,M.M, menekankan bahwa penyebab utama fatalitas pada penderita diare adalah dehidrasi berat.

Oleh karena itu, edukasi mengenai penanganan dini di rumah menjadi kunci penyelamat sebelum penderita mendapatkan akses perawatan lebih lanjut.
Kenali Tanda Bahaya Sejak Dini
Masyarakat diminta untuk tidak menyepelekan gejala awal diare.

Beberapa tanda yang harus diwaspadai antara lain:
Frekuensi BAB cair atau lembek lebih dari 3 kali dalam sehari.
Munculnya kram dan rasa mulas yang intens pada perut.

Kondisi tubuh lemas, rasa haus yang ekstrem, serta mual atau muntah.
Khusus pada anak-anak: rewel yang tidak wajar, ubun-ubun tampak cekung, dan mata tidak mengeluarkan air mata saat menangis.

Langkah P3K Mandiri di Rumah
Jika anggota keluarga mengalami gejala diare, UPTD Puskesmas Tammerodo menyarankan langkah-langkah pertolongan pertama berikut:

Pemberian Oralit: Segera berikan oralit setiap kali penderita mengalami BAB cair untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
Tetap Memberikan Asupan Nutrisi: Jangan menghentikan pemberian makan.

Penderita disarankan mengonsumsi makanan lunak seperti bubur, pisang, atau kentang rebus agar saluran pencernaan tetap mendapat asupan energi tanpa terbebani.

Segera Cari Bantuan Medis: Jika diare berlangsung lebih dari 3 hari, disertai demam tinggi, terdapat darah pada tinja, atau muncul tanda-tanda dehidrasi berat, segera kunjungi Puskesmas Tammerodo.

Puskesmas Tammerodo menegaskan bahwa diare adalah penyakit yang dapat dicegah 100% melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS):

Membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Memastikan makanan dan minuman telah dimasak hingga matang sempurna.

Memilih tempat jajan yang bersih dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Pihak Puskesmas juga mengingatkan bahwa bagi peserta BPJS Kesehatan, pengobatan untuk kasus diare di Puskesmas tidak dipungut biaya (gratis).

Masyarakat diajak untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga guna menekan angka kesakitan akibat diare akut di wilayah Majene.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan informasi UPTD Puskesmas Tammerodo atau mengunjungi pusat layanan kesehatan terdekat.

Laporan: Aby Garudapos

related

Scroll to Top