Sinergi Membangun Desa: Pemdes Tallambalao Gelar Musdes Perencanaan 2027, Fokus pada Kemandirian Desa

TALLAMBALAO, GARUDAPOS.ID – Semangat partisipasi warga dalam menentukan arah pembangunan masa depan terpancar jelas dalam kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Tallambalao bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Aula Kantor Desa Tallambalao, Jumat (12/06/2026).

Kegiatan yang berfokus pada penyusunan rencana kerja pemerintah desa tahun anggaran 2027 ini, terasa istimewa karena dirangkaikan dengan pemutakhiran data Indeks Desa. Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret desa dalam memetakan potensi sekaligus tantangan untuk mempercepat status kemandirian desa.

Kehadiran Pemangku Kebijakan
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Camat Tammerodo Sendana, Edi Bastian, A.Md, I.P, S.E, yang saat ini mengemban amanah sebagai Pj. Kepala Desa Tallambalao. Kehadirannya didampingi oleh Sekretaris Desa Hasanuddin dan Ketua BPD Hirman.

Pihak pendamping teknis dari P3MD Kecamatan Tammerodo Sendana, yakni Ekawati, S.P dan Suhardiman, turut hadir untuk memastikan seluruh proses perencanaan berjalan sesuai dengan regulasi dan kaidah tata kelola desa yang transparan. Selain itu, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, serta elemen masyarakat yang antusias memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan Tallambalao.

Ketua BPD, Hirman, dalam pembukaannya menegaskan bahwa musyawarah ini adalah ruang tertinggi bagi masyarakat untuk bersuara. “Ini bukan sekadar formalitas, melainkan wadah di mana aspirasi warga diserap dan diintegrasikan ke dalam rencana kerja desa,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Pj. Kepala Desa Edi Bastian menekankan pentingnya efektivitas anggaran. Ia mengajak seluruh elemen desa untuk tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).

“Kita ingin pembangunan di tahun 2027 nanti lebih tepat sasaran. Pembangunan infrastruktur memang penting, namun peningkatan ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi arus utama dalam perencanaan kita,” tegas Edi Bastian.

Sebagai pelengkap teknis, Pendamping P3MD, Ekawati, S.P, memaparkan secara mendalam mengenai pengisian instrumen Indeks Desa. Menurutnya, data yang akurat adalah “peta jalan” bagi desa untuk menentukan apakah bantuan atau program pemerintah pusat nantinya difokuskan pada sektor kesehatan, pendidikan, atau penguatan ekonomi.

Ekawati memberikan apresiasi atas keterbukaan Pemdes Tallambalao dalam melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam proses pengumpulan data ini, sehingga hasil yang didapatkan nanti akan lebih representatif.

Memasuki sesi diskusi, suasana forum terasa hidup dan penuh dengan masukan membangun. Berbagai usulan mengemuka, mulai dari perbaikan akses jalan lingkungan, pengembangan sarana penunjang pertanian, hingga program pelatihan bagi pemuda desa.
Seluruh usulan tersebut dicatat dan dipilah berdasarkan skala prioritas, urgensi, serta ketersediaan anggaran.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan berita acara kesepakatan, yang menandai bahwa perencanaan pembangunan Desa Tallambalao untuk tahun 2027 telah memiliki landasan yang kuat dan disepakati bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.

Dengan selesainya Musdes ini, Pemdes Tallambalao optimis bahwa pembangunan di tahun 2027 akan lebih terukur, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Laporan: Aby Garudapos

related

Scroll to Top