Optimalkan Perencanaan Anggaran, Pemerintah Desa Tallambalao Gelar Musyawarah Indeks Desa 2026

GARUDAPOS.ID | MAJENE – Pemerintah Desa Tallambalao berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan keakuratan data perencanaan pembangunan wilayah secara transparan dan akuntabel. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui gelaran Musyawarah Desa dalam rangka Sosialisasi Indeks Desa Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Desa Tallambalao, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Jumat (29/5/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan guna menyamakan persepsi sekaligus memberikan edukasi mendalam mengenai indikator-indikator baru dalam pengukuran Indeks Desa. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi basis utama bagi pemerintah desa dalam menyusun program kerja, memetakan potensi wilayah, serta menentukan skala prioritas pembangunan agar tepat sasaran bagi kesejahteraan masyarakat.

Jalannya musyawarah dan sosialisasi ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Desa Tallambalao, Bapak Hasanuddin. Guna memastikan akurasi pemaparan materi serta kesesuaian regulasi, pihak desa turut menghadirkan Tim Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kecamatan Tammerodo Sendana, yakni Ekawati, S.P., dan Suhardiman.

Dalam forum tersebut, agenda utama tidak hanya fokus pada perencanaan ke depan, melainkan juga memaparkan umpan balik (feedback) hasil capaian Indeks Desa pada tahun 2025 lalu. Berdasarkan data evaluasi objektif tahun 2025, Desa Tallambalao saat ini tercatat menyandang predikat atau berstatus sebagai Desa Berkembang.

Umpan balik dari capaian tahun lalu ini dijadikan sebagai bahan refleksi penting bagi seluruh jajaran aparatur desa. Dengan mengetahui indikator-indikator yang masih memerlukan pembenahan, Pemerintah Desa Tallambalao optimis dapat melakukan lompatan pembangunan demi menaikkan status desa menjadi Desa Maju pada penilaian tahun 2026 ini.

Dalam arahannya, Sekretaris Desa Tallambalao, Hasanuddin, menegaskan bahwa validitas instrumen Indeks Desa memegang peranan yang sangat krusial bagi masa depan desa. Indeks ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan potret riil kemajuan desa yang diakui secara nasional.

“Umpan balik dari status Desa Berkembang di tahun 2025 menjadi pelecut semangat bagi kami semua. Kami berharap melalui sosialisasi tahun 2026 ini, seluruh aparatur desa dan pemangku kepentingan dapat bersinergi lebih baik lagi. Dengan pemahaman yang matang mengenai indikator Indeks Desa 2026, kita bisa mengidentifikasi apa saja kekurangan di sektor pelayanan maupun infrastruktur untuk segera dibenahi melalui perencanaan anggaran yang matang,” ujar Hasanuddin.

Di tempat yang sama, Tim Pendamping P3MD Kecamatan Tammerodo Sendana, Ekawati, S.P., bersama Suhardiman memberikan bimbingan teknis mengenai tata cara pengisian dan pembaruan instrumen Indeks Desa. Keduanya mengingatkan pentingnya objektivitas dalam penginputan data agar status perkembangan mandiri desa benar-benar selaras dengan fakta dan progres nyata di lapangan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Tallambalao ini berjalan dengan tertib dan penuh konsentrasi. Jajaran pemerintah desa bersama tim pendamping P3MD tampak bersinergi di meja pimpinan, siap mengawal penyelarasan data demi membawa Desa Tallambalao ke arah yang lebih maju dan mandiri pada tahun anggaran 2026.

Laporan: Aby Garudapos

related

Scroll to Top