Puskesmas Tammerodo Gelar Skrining Kesehatan di Desa Seppong, Siapkan Intervensi PMT Tepat Sasaran

MAJENE, GARUDAPOS. ID – Dalam upaya akselerasi penurunan angka stunting di wilayah kerja, UPTD Kesehatan Puskesmas Tammerodo berkolaborasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Seppong melaksanakan kegiatan skrining kesehatan massal, Jumat (22/5/2026).

Pemeriksaan ini ditujukan bagi bayi, balita, serta ibu hamil (bumil) sebagai langkah awal sebelum dilaksanakannya program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Majene.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Seppong, tercatat sebanyak 33 anak balita dan 1 ibu hamil menjadi sasaran utama yang akan diintervensi melalui program pemulihan gizi ini.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Seppong, Mawardi, S.P., dr. Fatmawati Zainal, S.Ked., serta tim petugas medis dari UPTD Puskesmas Tammerodo.

Pihak UPTD Puskesmas Tammerodo, yang diwakili oleh dr. Fatmawati Zainal, S.Ked., menjelaskan bahwa skrining ini sangat krusial dilakukan.

Melalui pemeriksaan antropometri (berat badan, panjang/tinggi badan) dan pemeriksaan klinis lainnya, puskesmas dapat memastikan status gizi terkini dari para sasaran.

Hal ini bertujuan agar PMT yang didistribusikan oleh Dinas Kesehatan Majene nantinya benar-benar memberikan dampak optimal bagi tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu hamil.

Sementara itu, Kepala Desa Seppong, Mawardi, S.P., dalam sambutannya menekankan pentingnya kepatuhan keluarga sasaran.

“Kami mengajak seluruh masyarakat dan keluarga sasaran untuk bekerja sama. PMT yang nanti diberikan harus dipastikan benar-benar dikonsumsi oleh bayi dan balita, bukan sekadar diterima,” tegas Mawardi.

Selain fokus pada pemenuhan gizi, momentum ini juga digunakan oleh UPTD Puskesmas Tammerodo dan Pemdes Seppong untuk mengevaluasi capaian imunisasi dasar di tingkat desa. Berdasarkan data evaluasi kesehatan, cakupan imunisasi di Desa Seppong dinilai masih sangat rendah.

Kondisi ini menjadi perhatian serius tim medis puskesmas. Anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap akan memiliki daya tahan tubuh yang lemah, sehingga rentan terkena penyakit infeksi berulang. Infeksi kronis inilah yang secara medis menjadi salah satu faktor penentu utama terjadinya stunting pada anak.

Merespons temuan klinis dan data lapangan tersebut, UPTD Puskesmas Tammerodo mengapresiasi komitmen penuh dari Pemerintah Desa Seppong dan masyarakat yang sepakat untuk:

Meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap hingga mencapai target 100%.
Melakukan deteksi dini dan penanganan intensif agar tidak ada lagi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Melalui integrasi program gizi dan pemenuhan imunisasi dasar ini, UPTD Puskesmas Tammerodo bersama Pemdes Seppong optimistis dapat memutus mata rantai stunting di wilayah lokal demi mencetak generasi masa depan yang sehat, kuat, dan unggul.

Penulis: Aby Garudapos

related

Scroll to Top