OKSIBIL, PAPUA PEGUNUNGAN – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengungkapkan fakta memilukan terkait aktivitas kelompok separatis TPNPB-OPM di pedalaman Papua. Selain melakukan aksi teror, kelompok tersebut kini teridentifikasi melakukan intimidasi terhadap masyarakat untuk membudidayakan ganja hingga ke pekarangan rumah.

Temuan ini terungkap pasca-operasi pengamanan wilayah yang dilakukan TNI di berbagai titik terindikasi lokasi budidaya ganja. Masyarakat setempat mengaku tidak berdaya karena di bawah ancaman senjata untuk menanam barang haram tersebut, yang ironisnya justru diperjualbelikan kepada generasi muda Papua.
“Sungguh miris. Di saat mama-mama Papua berjuang menjaga anak-anak mereka, TPNPB-OPM justru menyemai racun di tumpah darah yang sama. Ini bukan hanya kejahatan hukum, tapi dosa besar terhadap kemanusiaan dan Tuhan,” tegas Letjen TNI Lucky Avianto saat menyambangi Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Jumat (15/5/2026).

Merespons situasi tersebut, Pangkogabwilhan III didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Kaskogab Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, beserta jajaran pejabat utama Kogabwilhan III, turun langsung menemui masyarakat. Menggunakan helikopter TNI AU, rombongan membawa misi edukasi sekaligus menyebarkan foto Daftar Pencarian Orang (DPO) tokoh TPNPB-OPM yang menjadi otak di balik peredaran ganja di tanah Papua.
Berbeda dengan operasi militer pada umumnya, pendekatan di Oksibil dilakukan secara humanis. TNI merangkul mama-mama Papua dan membekali anak-anak dengan pemahaman bahaya narkoba melalui permainan edukatif serta pembagian tas sekolah, buku tulis, dan camilan sehat.
Langkah tegas ini merupakan komitmen TNI dalam mengawal Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin ke-7 yang menyerukan perang total terhadap narkotika. Letjen Lucky menyebut langkah ini sebagai “Perang Badar” semesta untuk menyelamatkan masa depan Bumi Cenderawasih.
“Ini bukan lagi sekadar urusan penegakan hukum biasa, melainkan ancaman serius terhadap ketahanan nasional. Kami mengambil tindakan cepat dan tegas untuk memutus rantai peredaran ini, demi Indonesia yang bersih dari narkoba,” tambah Letjen Lucky.
Sebagai bentuk apresiasi, Pangkogabwilhan III memberikan penghargaan kepada para prajurit Satgas TNI yang berhasil menemukan hampir 2.000 batang pohon ganja dalam operasi sebelumnya. Keberhasilan tersebut dinilai sebagai bukti nyata kecintaan TNI dalam menjaga masa depan ribuan generasi muda di ufuk timur Indonesia.
(Red*)






