GARUDAPOS.ID|MAJENE – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar kegiatan Asesmen Lapangan untuk Program Studi Sarjana Terapan (D4) Terapi Gigi, Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unsulbar, Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si., bertempat di Gedung Fikes Unsulbar, Senin (11/05/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Tim Asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), yakni Prof. Dr. drg. Diyah Fatmasari, MDSc. (Semarang) dan Eldarita, S.Si.T., MDSc. (Yogyakarta).
Turut mendampingi Rektor, Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dekan Fikes Dr. Habibi, SKM., M.Kes., jajaran Wakil Dekan, para Ketua Lembaga, serta dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan.
Ujung Tombak Kesehatan Gigi di Sulbar

Dalam sambutannya, Dekan Fikes, Dr. Habibi, menekankan pentingnya kehadiran Prodi Terapi Gigi di Sulawesi Barat. Ia memaparkan data Riskesdas yang menunjukkan prevalensi karies gigi di Sulawesi Barat masih di atas 60%, sementara rasio terapis gigi sangat minim, yakni 1 berbanding 15.000 penduduk.
“Kami berharap Prodi Terapi Gigi ini menjadi ujung tombak upaya promotif dan preventif di seluruh wilayah Sulawesi Barat, mulai dari Puskesmas hingga komunitas pesisir. Kami sangat terbuka menerima saran dan rekomendasi dari tim asesor demi pembangunan kualitas prodi yang lebih baik ke depan,” ujar Dr. Habibi.

Rektor Unsulbar, Prof. Dr. Muhammad Abdy, menyambut hangat kedatangan para asesor. Beliau menegaskan bahwa asesmen ini bukan sekadar penilaian angka, melainkan momentum untuk memastikan standar mutu pendidikan berjalan sesuai koridor yang ditetapkan.
“Akreditasi bukanlah tujuan akhir, melainkan proses berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas. Kami di universitas berkomitmen penuh dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana demi menunjang keberadaan prodi ini,” tegas Prof. Abdy.
Tim asesor, Prof. Dr. drg. Diyah Fatmasari mengapresiasi kesiapan dan visi pimpinan Unsulbar terhadap budaya mutu. Ia menekankan bahwa kehadiran mereka adalah untuk memotret kesesuaian data lapangan dengan laporan yang telah disusun, serta memberikan rekomendasi pengembangan.
“Ini adalah bagian dari continuous improvement (peningkatan berkelanjutan). Meski prodi ini masih baru, semangat untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas harus tetap dijaga agar masyarakat semakin percaya menitipkan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di sini,” tuturnya.
Kegiatan asesmen ini diharapkan dapat membuahkan hasil terbaik bagi pengembangan akademik di Universitas Sulawesi Barat, khususnya dalam mencetak tenaga kesehatan gigi yang kompeten bagi wilayah Sulawesi Barat dan sekitarnya.
Penulis: Abi Garudapos






