GARUDAPOS.ID_MAJENE – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) sukses menggelar Kuliah Umum yang menghadirkan Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Bapak Mugiyanto, di Gedung Teater Unsulbar, Senin (27/4/2026).
Kehadiran Wamen HAM RI, di kampus “Unsulbar” ini menjadi momentum penting dalam memperkuat integritas akademik dan pemahaman nilai-nilai kemanusiaan bagi ribuan mahasiswa.
Apresiasi Atas Prestasi Mahasiswa

Dalam sambutan selamat datang, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Muhammad Jamil Barambangi, M.Pd, menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran Wamen HAM. Beliau juga memaparkan perkembangan pesat Unsulbar yang kini mengelola 9 fakultas dengan jumlah mahasiswa aktif mencapai 14.000 orang.

Secara khusus, Dr. Muhammad Jamil Barambangi, M.Pd,menyoroti integritas civitas akademika Unsulbar dalam menjaga kualitas pendidikan nasional. “Meskipun kita berada di daerah, mahasiswa kita memiliki integritas tinggi. Hal ini terbukti dari kemampuan mereka menangkal berbagai praktik kecurangan nasional, yang menunjukkan bahwa karakter dan moralitas mahasiswa Unsulbar setara dengan institusi besar lainnya di Indonesia,” tegasnya.
Wamen HAM RI, Mugiyanto, dalam kuliah umumnya menyatakan kekagumannya terhadap antusiasme mahasiswa Sulawesi Barat. Ia menekankan bahwa akses terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas dan terjangkau merupakan salah satu hak asasi yang paling fundamental.

“Peningkatan sumber daya manusia adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045. Saya melihat ekspektasi yang besar di mata mahasiswa Unsulbar.
Pendidikan tinggi harus menjadi inklusif bagi semua kalangan,” ujar Mugiyanto.
Ia juga menjelaskan latar belakang pembentukan Kementerian HAM yang baru, di mana hak asasi manusia kini diposisikan sebagai “mahkota” dalam visi Astacita pemerintah. Wamen HAM mendorong para mahasiswa untuk tidak hanya memahami HAM secara tekstual, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menanggapi paparan pimpinan universitas mengenai terbatasnya daya tampung kampus karena kendala finansial, Wamen HAM berjanji akan membawa aspirasi tersebut ke tingkat pusat. Ia berkomitmen untuk berkoordinasi dengan kementerian terkait mengenai perlunya penambahan kapasitas agar Unsulbar dapat menampung lebih banyak putra-putri daerah yang ingin menempuh pendidikan tinggi.
Kuliah umum ini dihadiri oleh jajaran rektorat, dekanat, serta perwakilan Forkopimda Kabupaten Majene. Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang memperlihatkan tingginya kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu keadilan dan penegakan hukum di Indonesia.
Dengan kunjungan ini, Unsulbar semakin memantapkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam penguatan instrumen hak asasi manusia di Sulawesi Barat.
Penulis: Abi Garudapos





