ASN di Takalar Terjerat Dugaan Pelecehan, Polisi Bergerak Cepat Amankan Terduga Pelaku

Garudapos.id – TAKALAR — Penanganan kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Takalar menjadi perhatian luas publik. Aparat kepolisian bergerak cepat merespons laporan yang beredar di tengah masyarakat.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Takalar telah mengamankan terduga pelaku berinisial AM untuk menjalani pemeriksaan intensif. Langkah tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Iptu Heriyanto, yang baru menjabat namun segera menunjukkan respons tegas terhadap perkara yang sensitif ini.

“Terduga pelaku sudah kami amankan sejak kemarin untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Heriyanto, Kamis (23/04/2026).

Kasus ini mencuat setelah beredarnya informasi di masyarakat terkait dugaan tindakan asusila yang melibatkan AM, yang diketahui bertugas di salah satu sekolah dasar di Desa Tonasa, Kecamatan Sanrobone. Ia diduga melakukan perbuatan tidak pantas terhadap seorang pelajar SMK berinisial G yang masih di bawah umur.

Perbincangan publik semakin menguat seiring beredarnya video yang diduga memperlihatkan interaksi tidak layak antara keduanya di sejumlah lokasi, termasuk lingkungan pendidikan. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa keaslian video tersebut masih dalam proses pendalaman.

Sumber yang enggan disebutkan identitasnya menyebutkan bahwa kasus ini bermula dari rekaman yang kemudian tersebar luas. Namun, aparat penegak hukum memastikan bahwa penanganan perkara akan dilakukan secara objektif, profesional, dan berdasarkan alat bukti yang sah.

Di sisi lain, beredar pula informasi mengenai keberadaan korban yang disebut-sebut berada di wilayah Desa Katangka, Kecamatan Bontonompo. Informasi tersebut masih dalam tahap verifikasi oleh pihak berwenang.

Kepolisian bersama instansi terkait, termasuk dinas pendidikan, diharapkan dapat mengusut tuntas perkara ini secara transparan. Penanganan yang tegas dinilai penting untuk memastikan perlindungan maksimal terhadap korban, terlebih karena kasus ini melibatkan anak di bawah umur.

Sementara itu, AM membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia mengklaim bahwa video yang beredar merupakan hasil rekayasa.

“Video itu hasil editan. Saya tidak melakukan seperti yang dituduhkan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

AM juga mengaku telah lama mengenal korban karena adanya hubungan kekerabatan keluarga.

Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berlangsung guna mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus yang menyita perhatian publik tersebut.

Asw-19

related

Scroll to Top