Cekcok Nyaris Berujung Kekerasan, Polsek Malunda Sukses Damaikan Warga Lewat Mediasi

 

 

Garudapos.id|Polres Majene – Upaya cepat dan humanis kembali ditunjukkan jajaran kepolisian dalam meredam potensi konflik warga. Kali ini, Polsek Malunda Polres Majene berhasil menyelesaikan persoalan cekcok yang nyaris berujung tindak kekerasan melalui pendekatan problem solving.

 

Mediasi digelar di Mapolsek Malunda pada Kamis (16/4/26) dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Malunda, Iptu Antonius B. Dalam forum tersebut, turut dihadirkan kedua belah pihak yang terlibat, yakni AS (67) selaku pihak pertama serta WH (29) dan AW (26) sebagai pihak kedua. Ketiganya merupakan warga Dusun Batannato, Desa Popenga, Kecamatan Ulumanda.

 

Peristiwa ini bermula pada Selasa (14/4/26) sekitar pukul 17.30 WITA. Saat itu, pihak pertama menegur pihak kedua yang tengah memotong bentangan kabel turbin yang sudah tidak berfungsi untuk diambil dan digunakan secara pribadi. Teguran tersebut justru memicu kesalahpahaman. Pihak kedua merasa tersinggung dengan cara penyampaian yang dianggap keras, hingga emosi memuncak dan berujung pada percobaan penganiayaan.

 

Beruntung, insiden tersebut segera dilerai oleh warga sekitar sebelum terjadi hal yang lebih fatal. Menindaklanjuti kejadian itu, Polsek Malunda bergerak cepat memfasilitasi mediasi guna mencegah konflik berkepanjangan.

 

Dalam suasana kekeluargaan, kedua pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara damai. Mereka saling memaafkan dan berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari. Kesepakatan tersebut pun dituangkan dalam surat perjanjian damai yang ditandatangani bersama.

 

Kapolsek Malunda menegaskan bahwa penyelesaian melalui mediasi menjadi langkah efektif dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Pendekatan ini diharapkan mampu mempererat kembali hubungan sosial warga serta mencegah munculnya konflik lanjutan di tengah masyarakat.

Humas Polres Majene Polda Sulbar

related

Scroll to Top