Redam Konflik Antar Pemuda, Polsek Pattallassang Lakukan Mediasi Perdamaian Dua Kelompok.

Garudapos.id – TAKALAR – Personel Polsek Pattallassang Polres Takalar bergerak cepat dalam mengantisipasi meluasnya konflik sosial di wilayah hukumnya. Bertempat di Markas Komando (Mako) Polsek Pattallassang, pihak kepolisian menggelar mediasi terkait insiden “perang kelompok” yang melibatkan sejumlah pemuda dari dua kelurahan berbeda, yakni Kelurahan Bajeng dan Kelurahan Salaka, Kamis (9/4/2026).

Langkah persuasif ini diambil guna mendinginkan suasana dan mencegah terjadinya aksi balas dendam yang dapat mengganggu stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Takalar.

Proses mediasi ini tidak hanya dihadiri oleh para pemuda yang bertikai, tetapi juga menghadirkan unsur pemerintah setempat sebagai saksi sekaligus pembina kewilayahan. Hadir langsung dalam pertemuan tersebut,
Lurah Bajeng dan lurah salaka yang mendampingi warganya, Babinkamtibmas kelurahan bajeng, kanit Binmas, kanit Reskrim, juga perwakilan dari FKPM TAKALAR. Jajaran personel Polsek Pattallassang sebagai mediator.

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan namun tetap tegas, kedua kelompok pemuda diberikan kesempatan untuk mengutarakan permasalahan yang menjadi pemicu bentrokan. Setelah dilakukan dialog, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk mengakhiri pertikaian secara damai.

Sebagai bentuk komitmen legal dan moral, kedua kelompok masing-masing dibuatkan Surat Pernyataan Damai. Dalam surat tersebut, para pelaku berjanji untuk :

1. Tidak lagi melakukan aksi saling serang atau tawuran di kemudian hari.
2. Bersedia diproses secara hukum apabila melanggar poin-poin perdamaian yang telah disepakati.

Aiptu Ismail, kanit Binmas Polsek Pattallassang melalui keterangannya menegaskan bahwa peran orang tua dan pemerintah setempat sangat penting dalam mengawasi pergaulan remaja agar tidak terjerumus ke dalam aksi kriminalitas jalanan.

“Kami mengedepankan Restorative Justice dan langkah pre-emtif agar gesekan ini tidak berkepanjangan. Namun, kami juga menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi. Jika mengulangi perbuatannya, maka tindakan tegas sesuai aturan perundang-undangan akan kami ambil,” ujar Aiptu Ismail

Pertemuan diakhiri dengan penandatanganan surat pernyataan dan jabat tangan antara kedua kelompok pemuda sebagai simbol kembalinya hubungan harmonis antar sesama warga di wilayah hukum Polres Takalar.

related

Scroll to Top