Rektor Unsulbar: Pusat Studi Kepolisian Jadi Ruang Kolaboratif Akademisi dan Polri

GARUDAPOS.ID | MAJENE – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) resmi mencatatkan sejarah baru dengan meluncurkan Pusat Studi Kepolisian. Peresmian ini dilakukan langsung oleh Rektor Unsulbar, Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si, bersama Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, bertempat di Gedung Perpustakaan Unsulbar, Senin (06/04/2026).

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Muhammad Abdy menegaskan bahwa pembentukan pusat studi ini merupakan langkah strategis universitas dalam menjalankan tanggung jawab pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan pengabdian masyarakat.

Prof. Abdy menyampaikan bahwa Pusat Studi Kepolisian ini dirancang sebagai wadah bagi para dosen dan mahasiswa untuk berkontribusi secara intelektual terhadap institusi kepolisian.

“Kegiatan ini sangat strategis bagi kita. Unsulbar sebagai perguruan tinggi negeri memiliki tanggung jawab dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Pusat Studi Kepolisian ini akan menjadi ruang kolaborator bagi bapak/ibu dosen dan mahasiswa untuk menyampaikan ide, mengkaji, serta memberikan rekomendasi akademik bagi pengembangan institusi Polri,” ujar Prof. Abdy.

Beliau secara khusus menitipkan harapan kepada civitas akademika, terutama dari Program Studi Ilmu Hukum, untuk memanfaatkan fasilitas ini guna melahirkan kajian-kajian yang relevan dengan dinamika sosial dan hukum di masyarakat.

Rektor juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran langsung Kapolda Sulbar beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sulbar. Menurutnya, kehadiran pucuk pimpinan kepolisian di Sulbar ini merupakan bentuk penghormatan bagi kampus yang telah berdiri sejak 2008 tersebut.

“Ini adalah suatu kebanggaan luar biasa bagi kami. Sejak Unsulbar berstatus swasta hingga menjadi negeri pada 2013, ini adalah pertama kalinya Bapak Kapolda hadir langsung di tengah-tengah kita secara lengkap bersama para pejabat utama. Sinergi ini menunjukkan betapa kuatnya komitmen Polri terhadap dunia pendidikan,” tambahnya.

Di hadapan Kapolda dan Kapolres Majene, AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K, Rektor juga menyinggung potensi besar dari 12.000 hingga 13.000 mahasiswa Unsulbar yang mayoritas menggunakan kendaraan pribadi. Ia berharap kerja sama ini dapat memfasilitasi mahasiswa dalam mematuhi aturan hukum, salah satunya melalui kemudahan akses kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Kami berharap ke depan ada program khusus agar mahasiswa kami memiliki SIM sebagai bagian dari edukasi ketaatan pada hukum. Kami sangat membutuhkan dukungan pihak kepolisian dalam mendukung pengembangan dan penataan Universitas Sulawesi Barat,” tutup Prof. Abdy.

Acara penandatanganan kerja sama ini turut dihadiri oleh seluruh jajaran Wakil Rektor, para Dekan dari 9 fakultas, serta Ketua Lembaga dan Kepala Biro di lingkungan Unsulbar.

Penulis: Abi Garudapos

related

Scroll to Top