GARUDAPOS.ID_POLEWALI MANDAR – Momen Idulfitri 1447 H menjadi sejarah baru bagi Keluarga Besar Pua’Ola. Untuk pertama kalinya, rumpun keluarga besar ini menggelar acara Halal Bihalal resmi yang dipusatkan di Tu’bu Lutang, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (26/3/2026).

Mengangkat tema “Merangkai Rindu, Menyulam Maaf, Menguatkan Silaturahmi dalam Ikatan Keluarga Penuh Berkah”, kegiatan ini menjadi magnet bagi seluruh keturunan Pua’Ola. Tak hanya dari wilayah Sulawesi Barat, keluarga yang menetap di luar daerah hingga luar Pulau Sulawesi pun turut hadir dalam bingkai semangat “Mesa Kanne” (Satu Kakek/Nenek).
Acara ini juga dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Alu beserta jajarannya, serta Pemerintah Desa setempat beserta jajaran dan tokoh masyarakat, serta Keluarga besar Pua’Ola dari segala penjuru daerah.

Suasana khidmat menyelimuti awal acara saat pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Agus Santoso, S.Pd. Ketua Panitia, Nurliana, S.Pd, dalam sambutannya tak kuasa menahan haru. Ia mengajak seluruh keluarga yang hadir untuk sejenak mengirimkan doa (Surah Al-Fatihah) kepada para orang tua dan leluhur keluarga Pua’Ola yang telah mendahului.

“Ini adalah Halal Bihalal resmi yang pertama kali kita laksanakan. Meski mungkin masih banyak kekurangan, kehadiran seluruh keluarga besar sangat luar biasa. Harapan kami, semoga Allah memberikan umur panjang agar kegiatan ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ujar Nurliana.
Semangat “Mesa Kanne” Melampaui Jarak
Salah satu momen menyentuh datang dari perwakilan keluarga asal Palu, Sulawesi Tengah. Ia menceritakan perjuangannya menempuh perjalanan jauh demi bisa berkumpul di tanah leluhur.
“Kehadiran kita di sini sangat bernilai. Di sinilah induk keluarga kita. Sejarah mencatat, dahulu banyak keluarga kita yang berlindung di sini saat masa pergolakan. Kita adalah satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan, ibarat satu tubuh,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, seperti grup WhatsApp keluarga, untuk menjaga komunikasi antar anggota keluarga yang terpisah jarak. “Mari kita saling mengayomi dan membantu, karena kesempatan berkumpul seperti ini adalah nikmat yang sangat besar,” tambahnya.

Acara inti diisi dengan uraian hikmah Halal Bihalal yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Adil, S.Ag, M.Si. Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa esensi Halal Bihalal adalah menyambung kembali apa yang sempat terputus dan memperkokoh pondasi kasih sayang dalam keluarga besar.
“Tak kenal maka tak sayang. Momen haru saat Ibu Martina, S.Pd. membacakan silsilah Keluarga Besar Pua’Ola. Menjadi pengingat bagi anak cucu tentang akar dan jati diri dalam semangat Mesa Kanne.
Kegiatan bersejarah ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama, menandai tekad Keluarga Besar Pua’Ola untuk terus menjaga persatuan dan kelestarian garis keturunan mereka.
Laporan: Abi Garudapos






