GARUDAPOS.ID_MAJENE – Dalam upaya membina generasi muda yang religius dan kreatif, Remaja Masjid Al-Qadri Camba-Camba menggelar perhelatan Festival Anak Sholeh yang berlangsung meriah pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Masjid Al-Qadri ini mengusung tema sentral “Mengasah Bakat, Mengasah Iman”.
Acara ini dihadiri oleh para Dewan Juri dan puluhan anak-anak dari berbagai tingkatan usia di wilayah Dusun Camba-Camba, Desa Tammerodo Utara,Kecamatan Tammerodo Sendana,Kabupaten Majene, yang tampak antusias mengikuti berbagai cabang lomba yang telah dipersiapkan oleh panitia pelaksana.

Ketua Remaja Masjid Al-Qadri, Mahfud Al-Qadri, dalam sambutannya menekankan bahwa Festival Anak Sholeh ini memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar kompetisi tahunan. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk karakter anak-anak di tengah tantangan zaman.
“Kami ingin menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar rutinitas atau ajang seremonial tahunan semata. Melalui momentum ini, kita berupaya memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengasah bakat yang mereka miliki, namun tetap dalam bingkai penguatan iman. Bakat dan iman harus berjalan beriringan,” tegas Mahfud.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, Aswandi, menjelaskan bahwa struktur perlombaan kali ini sengaja dirancang secara variatif. Hal ini bertujuan untuk merangkul potensi anak-anak baik di bidang spiritual maupun ketangkasan fisik dan kreativitas seni.
“Adapun jenis perlombaan kami bagi ke dalam dua kategori utama, yakni lomba keagamaan serta lomba olahraga dan seni. Kami ingin anak-anak tidak hanya mahir dalam hal ibadah, tetapi juga memiliki semangat kompetisi yang sehat dan keceriaan dalam berolahraga,” ujar Aswandi.
Panitia telah menyusun daftar perlombaan yang komprehensif untuk menguji kemampuan para peserta, di antaranya:
Kategori Keagamaan (Fokus pada Spiritual dan Literasi Al-Qur’an): Hafalan Al-Qur’an (Tahfidz) Juz 30: Menguji daya ingat dan kefasihan bacaan.
Lomba Adzan: Mengasah keberanian dan merdu suara dalam panggilan sholat.
Lomba Praktik Sholat: Memastikan ketepatan rukun dan gerakan sholat.
Lomba Do’a Harian: Membiasakan anak menghafal doa-doa penting sehari-hari.
Lomba Ceramah: Melatih kemampuan retorika dan penyampaian pesan dakwah sejak dini.
Kategori Olahraga dan Seni (Fokus pada Ketangkasan dan Kreativitas): Mewarnai Kaligrafi (Kategori TK): Media ekspresi seni bagi anak usia dini.
Lomba Redi Papan & Tenis Meja: Mengasah konsentrasi dan sportivitas.
Permainan Tradisional: Lomba balap karung, lari kelereng, serta memasukkan paku dalam botol yang melatih koordinasi dan kerjasama.
Lomba Mengisi Air dalam Botol: Khusus untuk kategori TK guna melatih motorik kasar anak.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi anak-anak di lingkungan Camba-Camba untuk terus mencintai masjid dan tumbuh menjadi generasi yang membanggakan bagi agama serta daerah.
Laporan: Abi Garudapos






