MAKASSAR, GARUDAPOS. ID – Pemerintah Kabupaten Majene bergerak cepat menyikapi keluhan masyarakat Kecamatan Malunda terkait penutupan operasional SPBU 74.914.01 PT Hasyamil Mulia Banua. Penutupan yang telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan tersebut dinilai telah menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga setempat.

Atas instruksi langsung dari Bupati Majene, pemerintah daerah mengutus tim khusus untuk melakukan koordinasi intensif dengan PT Pertamina Regional Makassar pada Senin, 23 Februari 2026.
Delegasi Resmi Pemerintah Kabupaten Majene
Tim yang ditugaskan langsung oleh Bupati Majene terdiri dari pejabat teknis yang berkompeten di bidang ekonomi dan sumber daya alam, yakni:
Hj. Irhamnia Muis Mandra, S.E, M.AP (Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Majene)
Abrar Effendy, S.IP, M.Si (Kabag SDA Setda Majene).

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir pula pihak pengelola atau pemilik SPBU PT Hasyamil Mulia Banua guna memberikan penjelasan teknis terkait kendala operasional yang terjadi.
Kehadiran delegasi ini diterima langsung oleh pihak manajemen PT Pertamina Regional Makassar. Agenda utama pertemuan tersebut adalah menyampaikan aspirasi masyarakat Malunda sekaligus menyerahkan Surat Permohonan Resmi agar larangan operasional SPBU tersebut segera dicabut.

“Langkah ini kami ambil atas nama Pemerintah Kabupaten Majene sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelayanan publik. Penutupan SPBU selama satu bulan sudah sangat meresahkan warga dan mengganggu distribusi BBM di wilayah Malunda,” ujar Hj. Irhamnia Muis Mandra di sela-sela pertemuan.
Kecamatan Malunda merupakan jalur lintas yang vital, sehingga keberadaan SPBU tersebut sangat krusial. Pemkab Majene berharap koordinasi ini membuahkan hasil positif dalam waktu dekat sehingga SPBU PT Hasyamil Mulia Banua dapat kembali beroperasi secara normal untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Pihak Pertamina Regional Makassar menyatakan akan meninjau permohonan tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku dengan tetap mempertimbangkan aspek kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah Kabupaten Majene. (Red*)






