Sinergi Unsulbar dan Pemdes Seppong: Dorong Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Hidroponik

GARUDAPOS.ID|SEPPONG, MAJENE – Langkah konkret dalam mewujudkan kemandirian pangan di tingkat desa terus digalakkan di wilayah Kabupaten Majene. Kali ini, Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Seppong, Kecamatan Tammerodo Sendana, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan fokus pada budidaya sayuran hidroponik.
Kegiatan edukasi ini berlangsung antusias dengan kehadiran kurang lebih 50 orang peserta yang terdiri dari warga setempat serta penggerak PKK Desa Seppong. Sabtu (14/2/26)

Pemaparan materi disampaikan langsung oleh dosen Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar, Muhammad Isbahuddin, S.P., M.Sc. Dalam sesinya, beliau menekankan bahwa sistem hidroponik adalah jawaban atas berbagai tantangan pertanian konvensional.

Setidaknya ada enam keunggulan utama budidaya hidroponik yang dipaparkan kepada warga:
Solusi Keterbatasan Lahan: Sangat cocok bagi masyarakat yang tidak memiliki pekarangan luas.
Produk Sehat: Sayuran yang dihasilkan bebas dari penggunaan pestisida kimia berbahaya.
Ekologis: Sistem ini jauh lebih ramah lingkungan karena penggunaan air yang efisien.
Kualitas Premium: Menghasilkan sayuran dengan tekstur dan nutrisi yang tinggi.
Panen Lebih Cepat: Pertumbuhan tanaman lebih akseleratif dibandingkan media tanah.
Higienitas Terjamin: Serapan nutrisi lebih optimal dan kebersihan media tanam lebih terjaga.

Kepala Desa Seppong, Mawardi, S.P., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyatakan apresiasi mendalam kepada tim akademisi Unsulbar. Beliau menilai ilmu yang diberikan sangat sejalan dengan program desa dalam memaksimalkan peran ibu-ibu PKK melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

“Kami sangat berterima kasih atas motivasi dan edukasi ini. Dengan teknologi hidroponik, masyarakat tidak hanya bisa mengonsumsi sayuran sehat secara mandiri, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Mawardi.

Lebih lanjut, Mawardi berharap agar kerja sama antara institusi pendidikan dan pemerintah desa ini tidak berhenti pada tahap sosialisasi saja. “Besar harapan kami agar pendampingan ini berlanjut secara berkesinambungan hingga masyarakat benar-benar merasakan hasil panen yang nyata dan berkelanjutan,” tambahnya.

Laporan: Abi Garudapos

related

Scroll to Top