Penambangan Pasir Ilegal di Pesisir Tammerodo Kian Meresahkan, Warga Desak Tindakan Tegas APH

MAJENE,GARUDAPOS.ID – Aktivitas penambangan pasir tanpa izin (ilegal) di pesisir Pantai Tammerodo, Desa Tammerodo utara, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, dilaporkan semakin tidak terkendali. Kondisi pesisir yang kian tergerus memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat akan ancaman bencana ekologis di masa depan.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, para oknum penambang diduga kuat tidak mengantongi izin resmi dari pemerintah. Ironisnya, aktivitas ini tidak lagi terbatas di wilayah Dusun Tammerodo, melainkan telah meluas hingga ke pesisir pantai Dusun Leba-leba.

Keluhan keras datang dari sejumlah tokoh masyarakat yang menilai aktivitas penambangan ini telah melampaui batas kewajaran. Seorang perwakilan warga yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa praktik ini sudah berlangsung lama tanpa ada tindakan berarti dari pihak berwenang.

“Kami meminta kepada Pemerintah Desa dan Aparat Penegak Hukum (APH) agar secepatnya mengambil langkah tindakan tegas, sebelum masyarakat sendiri yang mengambil langkah hukum,” tegasnya kepada awak media Garudapos.id.

Masyarakat menyayangkan sikap para penambang yang seolah kebal hukum, serta lambannya respons dari Pemerintah Kabupaten Majene dalam menangani isu lingkungan ini.

Warga Desa Tammerodo Utara kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan.
Penambangan pasir yang terus-menerus menggerus bibir pantai dikhawatirkan akan memicu abrasi hebat dan tanah longsor yang mengancam pemukiman penduduk di sekitar pantai.
Beberapa poin utama yang menjadi tuntutan masyarakat adalah:
Tindakan Tegas APH: Menindak oknum penambang ilegal yang merusak ekosistem pesisir.
Peninjauan Lapangan: Mendesak Pemkab Majene dan instansi terkait untuk turun langsung melihat kondisi pantai yang kian memprihatinkan.
Penghentian Aktivitas: Menutup total tambang pasir ilegal sebelum dampak kerusakan menjadi permanen.

“Kami sangat khawatir jika penambangan pasir ini terus berlanjut, maka akan terjadi longsor yang membahayakan penduduk sekitar,” tambah perwakilan masyarakat tersebut. (Tim Red*)

related

Scroll to Top