Majene, Garudapos.id — Aksi demonstrasi yang digelar Barisan Masyarakat Malunda–Ulumanda (BMMU) berlangsung aman dan tertib. Aksi ini merupakan bentuk protes atas penutupan SPBU Malunda yang telah berlangsung hampir satu bulan pasca sanksi dari pihak Pertamina.rabu 11/2/2026
Masyarakat menilai sanksi yang diberikan terlalu lama dan dianggap berlebihan. Selain itu, proses inspeksi yang dilakukan dinilai tertutup dan tidak transparan, sehingga informasi terkait kepastian pembukaan kembali SPBU Malunda belum jelas di tengah masyarakat.
Dalam aksi tersebut, massa sempat melakukan blokade Jalan Trans Sulawesi. Namun, situasi tetap terkendali dan tidak berlangsung lama setelah pihak pemerintah setempat melakukan komunikasi langsung dengan pengelola SPBU dan pihak Pertamina.
Muslimin selaku Camat Malunda menyampaikan di forum orasi bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan manajemen SPBU serta Pertamina di Makassar.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak SPBU dan Pertamina di Makassar. Mereka menyatakan akan menindaklanjuti tuntutan masyarakat. Namun apabila dalam tenggang waktu tiga minggu SPBU Malunda belum juga dibuka, maka saya siap memimpin langsung aksi demonstrasi,” tegas Camat Malunda di atas mobil komando didampingi Kapolsek.
Adapun tuntutan massa aksi sebagai berikut:
*Mendesak Pertamina segera membuka kembali SPBU Malunda.
*Meminta kejelasan dan transparansi terkait sanksi yang dijatuhkan.
*Menuntut kepastian waktu pembukaan agar masyarakat tidak terus dirugikan.
*Meminta pemerintah daerah turut mengawal proses penyelesaian persoalan ini.
©️EPN






