MAJENE, GARUDAPOS.ID – Sektor perkebunan di Kabupaten Majene mendapatkan angin segar. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan (Distanakbun) Kabupaten Majene, Hj. Andi Adlina Basharoe, S.P., M.Si., mengumumkan bahwa pemerintah daerah telah mengamankan bantuan bibit kakao dalam jumlah besar untuk tahun anggaran 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tubo Sendana yang berlangsung pada Kamis (5/2/2026).

Hj. Andi Adlina mengungkapkan bahwa total bantuan yang akan dikelola mencapai lebih dari 2 juta batang bibit kakao. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis penganggaran yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Sulawesi Barat tahun anggaran 2026. Program ini bertujuan untuk meremajakan kembali kejayaan cokelat (kakao) di wilayah Majene, khususnya di Kecamatan Tubo Sendana yang memiliki potensi lahan perkebunan luas.
“Pada tahun 2026 ini, kita mendapatkan alokasi bantuan bibit kakao sebanyak 2 juta lebih batang. Kepastian bantuan ini merujuk pada informasi yang disampaikan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) se-Provinsi Sulawesi Barat beberapa waktu lalu. Kami berkomitmen agar bantuan ini tersalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dan tepat sasaran,” ujar Ka Distanakbun di hadapan peserta Musrenbang.
Guna memastikan distribusi yang transparan, Hj. Andi Adlina menjelaskan bahwa proses pengajuan bantuan harus melalui jalur resmi. Kelompok tani diwajibkan menyusun proposal yang diajukan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di masing-masing wilayah.
“Setelah proposal masuk ke BPP, tim kami akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakan calon penerima dan calon lokasi (CPCL). Hal ini penting agar bibit yang diberikan benar-benar ditanam di lahan yang sesuai sehingga produktivitasnya maksimal,” tambahnya.
Agar bantuan tersebut dapat segera direalisasikan, pihak Distanakbun mengimbau para kelompok tani melalui pihak desa dan kecamatan untuk segera melengkapi administrasi.
“Oleh karena itu, kami meminta kepada para petani dan kelompok tani untuk secepatnya memasukkan proposal. Kecepatan administrasi di tingkat bawah sangat menentukan seberapa cepat bibit ini bisa sampai ke tangan petani,” tegasnya.
Kehadiran Distanakbun dalam Musrenbang ini mempertegas komitmen pemerintah daerah untuk memprioritaskan sektor pertanian dan perkebunan sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan. Dengan bantuan bibit ini, diharapkan produktivitas petani kakao di Tubo Sendana meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Laporan: Abi Garudapos






