MAJENE, GARUDAPOS.ID – Pemerintah Desa Tallambalao menunjukkan keseriusannya dalam mengejar ketertinggalan infrastruktur pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tammerodo Sendana, Kamis (5/2/2026). Hadir mewakili desa, Sekretaris Desa Tallambalao, Hasanuddin, memaparkan sejumlah proyek strategis yang menjadi tumpuan harapan warga di tahun 2027.
Dalam sesi penyampaian usulan, Hasanuddin menekankan bahwa akses utama warga saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Ia mengajukan pembangunan Jalan Poros Desa Tallambalao sepanjang 3 kilometer serta 2 paket jembatan yang tingkat kerusakannya sudah masuk kategori sangat parah.
“Jalan poros dan jembatan ini adalah urat nadi ekonomi warga kami. Jika tidak segera diperbaiki, mobilitas warga dan hasil bumi akan terus terhambat,” tegas Hasanuddin.

Selain infrastruktur utama, Sekdes Tallambalao juga menyerahkan daftar usulan longlist untuk pembangunan sarana prasarana desa yang mencakup:
Perlindungan Wilayah: Pembangunan Talud Sungai sepanjang 1 dan Drainase 1 KM.
Akses Pertanian: Rabat beton jalan tani sepanjang 3 KM.
Pemberdayaan Ekonomi: Pengadaan 5 unit mesin pabrik kelapa untuk mendukung hilirisasi hasil perkebunan warga, serta 5 unit sarana penjahitan untuk pemberdayaan masyarakat.
Di bidang sosial budaya, Desa Tallambalao menitikberatkan pada pendidikan anak usia dini dan fasilitas kesehatan. Usulan tersebut meliputi:
Pendidikan: Pembangunan gedung dan pagar untuk 2 paket TK/PAUD.
Kesehatan: Rehabilitasi 1 unit Pustu guna menjamin layanan kesehatan yang lebih layak.
Kepemudaan: Pengadaan 1 paket lapangan GOR sebagai wadah aktivitas olahraga dan kreativitas pemuda desa.
“Kami berharap usulan yang cukup masif ini, mulai dari infrastruktur jalan hingga mesin pabrik kelapa, dapat dipertimbangkan oleh Pemerintah Kabupaten Majene. Ini adalah upaya kami untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Tallambalao secara menyeluruh,” pungkas Hasanuddin.
Rangkaian usulan ini diharapkan dapat bersinergi dengan kemampuan fiskal daerah dalam penyusunan RKPD 2027 mendatang, demi mewujudkan kemandirian desa di wilayah Tammerodo Sendana.
Laporan: Abi Garudapos






